Bali,Topikonline.co.id — Rangkaian The 7th World Congress on Probation and Parole (WCPP) 2026 resmi ditutup pada Kamis (16/4) di Bali International Convention Center. Penutupan dilakukan langsung oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Mashudi, menandai berakhirnya forum internasional yang berlangsung sejak Selasa (14/4).
Dalam sambutannya, Mashudi menegaskan bahwa kongres ini mencerminkan pergeseran penting dalam kebijakan global sistem peradilan pidana. Menurutnya, pendekatan penegakan hukum kini tidak lagi berdiri sendiri, melainkan harus berjalan beriringan dengan upaya pemulihan serta jaminan keamanan masyarakat.
“Kongres ini menjadi ruang berbagi pengetahuan dan praktik terbaik antarnegara, sekaligus memperkaya perspektif dalam pelaksanaan pembinaan dan pembimbingan yang lebih efektif,” ujar Mashudi.
Selama tiga hari penyelenggaraan, para delegasi dari berbagai negara bertukar pengalaman dan strategi dalam pengelolaan sistem pemasyarakatan, khususnya terkait masa percobaan (probation) dan pembebasan bersyarat (parole). Beragam pendekatan inovatif yang dipaparkan diharapkan dapat diadaptasi sesuai kebutuhan masing-masing negara.
Direktur Eksekutif Asosiasi Balai Pemasyarakatan Amerika Serikat, Veronica Ballard Cunningham, menggambarkan kompleksitas sistem pemasyarakatan dengan analogi sederhana namun tajam. Ia menyebut sistem tersebut layaknya sebuah sepeda yang hanya dapat berjalan optimal jika seluruh komponennya berfungsi selaras.
“Mulai dari klien, petugas, hingga pihak ketiga lainnya harus bergerak seimbang agar sistem dapat berjalan efektif,” jelasnya.
Penutupan WCPP 2026 juga ditandai dengan prosesi serah terima tuan rumah kongres berikutnya. Latvia resmi ditunjuk sebagai penyelenggara The 8th WCPP pada 2028 di Riga. Momen ini diwarnai dengan simbolisasi budaya, berupa penyerahan “kunci” secara adat Bali kepada perwakilan Latvia, serta pemberian ikat pinggang tenun tradisional Latvia sebagai lambang kehormatan dan kolaborasi lintas budaya.
Kepala Layanan Masa Percobaan Negara Latvia, Imants Jurevcius, menyatakan kesiapan negaranya untuk melanjutkan semangat kolaborasi global yang telah terbangun di Bali.
“Kami siap menyambut kongres berikutnya dengan menghadirkan perpaduan kolaborasi global dan kekayaan budaya khas negara Baltik,” tegasnya.Penutupan WCPP 2026 bukan sekadar akhir dari sebuah forum internasional, tetapi menjadi penanda semakin menguatnya komitmen dunia dalam membangun sistem pemasyarakatan yang lebih humanis, adaptif, dan berorientasi pada pemulihan sosial.












