Ekbis  

Marisya Icha Dorong Terobosan Energi Hijau Indonesia–Malaysia: Gagasan dari Podcast yang Berbuah MoU Internasional

TOPIKONLINE.CO.ID-Kuala Lumpur, November 2025 — Sosok perempuan muda Indonesia, Marisya Mulyana S.Pd., S.H., atau yang akrab disapa Marisya Icha, kembali menjadi sorotan publik. Kehadirannya dalam rangkaian agenda kerja sama Indonesia–Malaysia di Kuala Lumpur bukan sekadar menghadiri acara diplomatik, tetapi ikut mendorong lahirnya peluang besar di sektor energi terbarukan, khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Menariknya, gagasan besar ini justru bermula dari sebuah podcast.
Saat berbincang bersama Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St., M.K., Marisya mengangkat persoalan klasik: PLN yang terus merugi triliunan meski tarif listrik naik.

Dalam diskusi tersebut, Icha mengungkap perbedaan harga batubara ekspor yang mencapai 120–140 dolar AS, sementara untuk kebutuhan dalam negeri hanya 70–80 dolar AS. “Andai seluruh batubara dijual ke luar negeri, jelas lebih menguntungkan. Karena itu, energi terbarukan harus mulai menjadi solusi nyata,” ujarnya.

Dari perbincangan itu, mengalirlah ide besar: menghadirkan investor energi surya dari Malaysia ke Indonesia. Bahkan, salah satu perusahaan energi yaitu MSR-GE (Malaysia Solar Resouces-GREEN ENERGY)
terbesar ketiga di Malaysia disebut siap membangun PLTS secara gratis, tanpa meminta satu rupiah pun, demi studi pengembangan awal.

Gayung bersambut. Respons cepat datang dari Gubernur Ahmad Luthfi. Delegasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pun segera terbang ke Malaysia untuk agenda penandatanganan MoU Ekspansi Investasi Malaysia–Indonesia.

Dalam kunjungan itu, Marisya Icha turut mendampingi rombongan resmi yang meliputi CEO PT Jateng Petro Energi (Perseroda) Dwi Budi Sulistiyana, Direktur Utama Bank Jateng Irianto, serta pejabat penting lainnya. Acara ini makin berkesan dengan kehadiran DYAM Tengku Amalin Aishah Putri Binti Almarhum Sultan Ismail Petra,Anak Kesultanan Malaysia dan juga Menantu dari Raja Brunei Darussalam yang menyaksikan langsung proses penandatanganan MoU.

Usai kepulangannya ke Indonesia pada 24 November 2025, Marisya Icha menjelaskan bahwa dirinya memiliki hubungan baik dan komunikasi intens dengan Wakil Perdana Menteri Malaysia. Dari komunikasi itulah lahir gagasan konkret kerja sama PLTS lintas negara yang kemudian diperjuangkannya.

“Banyak negara sudah untung besar memakai PLTS. Tapi kenapa Indonesia masih sering rugi? Inilah yang saya usulkan ke indonesia. Energi surya bisa menguntungkan dua negara sekaligus,” tegasnya.

Icha menambahkan, penggunaan energi terbarukan bukan sekadar wacana futuristik, tetapi kebutuhan mendesak—terutama ketika masyarakat yang selalu membayar listrik secara tunai harus menanggung kenaikan tarif, sementara PLN tetap merugi.

Melalui podcast dan akun medianya, Marisya Icha Real, ia menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto. Menurutnya, arah kebijakan Presiden membuka ruang lebih luas bagi masuknya investasi internasional dan mempererat diplomasi ekonomi, termasuk dengan Malaysia.

“Semoga Allah memudahkan segala niat baik kita semua. Aamiin Allahumma Aamiin,” tutupnya.

Kunjungan kerja ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi penguatan hubungan Indonesia–Malaysia, khususnya dalam sektor energi terbarukan, investasi, dan pembangunan berkelanjutan. Jika terealisasi, gagasan Marisya Icha bisa menjadi salah satu terobosan strategis untuk memotong tingginya biaya energi nasional sekaligus mempercepat transisi menuju masa depan energi hijau Indonesia.(IWAN)