Abu Vulkanik Anak Krakatau Meluas ke Jakarta, Rutan Salemba Perketat Pengamanan

Kepala Rutan Kelas I Jakarta Pusat, Sumaryo,Foto:ist/TPK

Jakarta,Topikonline.co.id— Dampak debu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang meluas hingga wilayah DKI Jakarta mendorong Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Jakarta Pusat memperketat langkah pengamanan bagi pegawai maupun warga binaan.

Kepala Rutan Kelas I Jakarta Pusat, Sumaryo, mengatakan pihaknya langsung mengambil sejumlah langkah pencegahan dengan mengacu pada arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas). Salah satunya mengedukasi seluruh petugas agar menggunakan masker dan membatasi aktivitas di luar ruangan.

“Sudah kita lakukan sesuai arahan Pak Dirjen, seperti sosialisasi kepada seluruh petugas untuk menggunakan masker dan meminta mengurangi aktivitas di luar untuk saat ini, kecuali memang ada tugas penting yang mengharuskan keluar,” ujar Sumaryo, Rabu (9/9/2026).

Langkah serupa diterapkan terhadap warga binaan. Sumaryo mengimbau agar sementara waktu tidak melakukan kegiatan di luar ruangan untuk menghindari risiko paparan debu vulkanik yang sangat halus.

“Warga binaan juga kita imbau untuk sementara tidak berkegiatan dulu, mengingat abu ini sangat lembut,” katanya.

Di sisi lain, tenaga medis Rutan Kelas I Jakarta Pusat disiagakan untuk memastikan kondisi kesehatan warga binaan tetap terpantau. Petugas juga diarahkan untuk lebih memperhatikan kondisi diri dan mengurangi aktivitas di luar ruangan.

“Tenaga medis Rutan kami siap siaga untuk warga binaan. Untuk petugas, kita arahkan untuk care terhadap dirinya, kurangi aktivitas di luar, dan tidak lupa menggunakan masker,” tutur Sumaryo.

Selain penggunaan masker dan pembatasan aktivitas, seluruh kegiatan sementara diarahkan berlangsung di dalam wilayah masing-masing guna meminimalkan paparan debu vulkanik.

Sumaryo berharap kondisi segera kembali normal sehingga aktivitas pelayanan dan pembinaan di Rutan Kelas I Jakarta Pusat dapat berjalan seperti biasa.

“Mudah-mudahan cepat selesai dan pulih seperti biasa,” ucapnya.