TOPIKONLINE.CO.ID – Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan nilai transaksi Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2026 mencapai sekitar Rp40 triliun. Target tersebut meningkat dibandingkan capaian Harbolnas 2025 yang mencapai Rp36,4 triliun.
Airlangga mengatakan peningkatan transaksi Harbolnas menjadi salah satu momentum untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya pada kuartal IV 2026. Hal tersebut disampaikan Airlangga dalam Kick Off Road to Harbolnas 2026 yang menjadi rangkaian menuju pelaksanaan Harbolnas pada 10-16 Desember 2026.
“Kalau kita lihat bahwa tahun lalu kita capai sebesar Rp36,4 triliun dan tahun ini ditargetkan naik, Pak Mendag, minimal 10 persen. Jadi targetnya tahun ini Rp40 triliun,” tutur Airlangga di Auditorium, Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Menurutnya, target tersebut penting karena pemerintah tengah mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV menuju 6 persen. Pertumbuhan pada periode tersebut diharapkan menjadi landasan untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6 persen pada 2027.
“Oleh karena itu pemerintah berharap bahwa ini penting karena kita perlu mengangkat perekonomian di kuartal keempat,” ungkapnya.
Airlangga menilai perkembangan perdagangan digital di Indonesia menunjukkan potensi besar. Menurut dia, batas antara perdagangan offline dan online kini semakin menyatu seiring perubahan perilaku konsumen.
“Sektor offline masih dua per tiga dari perdagangan dan di sektor e-commerce masih sekitar satu per tiga. Ekonomi digital terus tumbuh menjadi sekitar 100 miliar di tahun 2025 dan Indonesia juga merupakan andalan dari pasar yang namanya video commerce,” ucap Airlangga.
Ia menyebut, perkembangan video commerce juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Jumlah transaksi melalui kanal tersebut disebut telah mencapai sekitar 2,6 miliar transaksi.
Airlangga melihat perkembangan tersebut sebagai peluang bagi pelaku industri dan UMKM lokal untuk melakukan transformasi digital secara lebih inklusif. Pemerintah, kata dia, terus mendukung penguatan ekosistem e-commerce melalui regulasi, infrastruktur digital, serta kolaborasi antara pelaku usaha, asosiasi industri dan konsumen.
Selain pasar domestik, pemerintah juga mendorong pemanfaatan platform digital untuk memperluas ekspor produk Indonesia. Menurut Airlangga, penguatan ekonomi digital di kawasan ASEAN akan semakin terbuka melalui Digital Economy Framework Agreement (DEFA).
“Kita sedang menyiapkan Digital Economic Framework Agreement (DEFA), harapannya DEFA ini akan ditandatangani di bulan November di Manila,” ujarnya.
Airlangga mengatakan salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan melalui kerja sama tersebut adalah sistem pembayaran digital. Indonesia, kata dia, memiliki QRIS yang berpotensi digunakan lebih luas di kawasan ASEAN.
“Jadi dengan demikian kalau ini bisa menggunakan QRIS untuk payment dan juga bisa digunakan tadi juga untuk ekspor maka tentunya bagi para pedagang bisa difasilitasi dengan digital payment ini,” kata Menko Perekonomian.
Ia juga mendorong semakin banyak UMKM masuk ke ekosistem digital dan memanfaatkan peluang pasar global, termasuk untuk produk-produk artisan Indonesia.
“Ini adalah kesempatan yang harus kita dorong dan sekali lagi kami menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Perdagangan dan Asosiasi E-Commerce Indonesia, iDEA, atas dedikasi dan substansinya dalam menyelenggarakan Harbolnas tahun ke depan,” ujar Airlangga.
Harbolnas: Kolaborasi Pemerintah & iDEA
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan Harbolnas merupakan hasil kolaborasi pemerintah dan Asosiasi E-Commerce Indonesia (iDEA) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat menjelang akhir tahun.
“Harbolnas merupakan program kolaborasi antara pemerintah dan iDEA sebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal 4 dan stimulus peningkatan daya beli masyarakat menjelang akhir tahun,” ucap Budi Santoso.
Budi berharap Harbolnas ke depan dapat berkembang menjadi kegiatan dan kampanye nasional yang melibatkan lebih banyak pihak, mulai dari kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, pelaku usaha, asosiasi, komunitas, platform digital hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Ia mengungkapkan, nilai penjualan selama Harbolnas 2025 mencapai Rp36,4 triliun atau meningkat 17 persen dibandingkan Harbolnas 2024 yang tercatat Rp31,2 triliun.
Dari total tersebut, transaksi produk lokal mencapai Rp16,6 triliun atau sekitar 45 persen dari keseluruhan transaksi Harbolnas 2025. Tiga kategori produk lokal yang paling banyak diminati konsumen adalah fashion dan pakaian olahraga, produk perawatan, serta makanan dan minuman.
“Harbolnas 2026 akan diselenggarakan selama tujuh hari pada tanggal 10-16 Desember 2026 dan nilai transaksi diharapkan meningkat sekitar 5-10 persen dibandingkan capaian Harbolnas 2025,” jelasnya.
Menurut Budi, Harbolnas 2026 tidak hanya berfokus pada promosi barang, tetapi juga mencakup produk dan layanan jasa. Cakupan peserta juga diperluas dengan melibatkan online travel agent, ride hailing, social commerce serta berbagai platform perdagangan dan layanan digital lainnya.
“Perluasan cakupan tersebut juga merupakan bagian dari implementasi Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 19 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Usaha Perdagangan Melalui Sistem Elektronik,” kata Mendag.
Budi juga menyoroti peluang ekspor melalui platform e-commerce. Menurut dia, perkembangan tersebut sejalan dengan program pemerintah untuk mendorong UMKM mampu melakukan ekspor.
“Kami bekerja sama dengan lebih dari 20 kampus melakukan pelatihan ekspor dan mengajak anak-anak mahasiswa kita setelah lulus atau ketika belajar pun sudah bisa ekspor,” ungkapnya.
Harbolnas 2026 mengusung tema “Pilih Lokal untuk Nusantara”. Kampanye tersebut ditujukan untuk mengajak masyarakat memilih dan membeli produk dalam negeri sekaligus memperkuat pelaku usaha lokal, khususnya UMKM.
Berbagai Program Harbolnas
Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (iDEA) Budi Primawan mengatakan rangkaian menuju Harbolnas 2026 telah dimulai sejak kick-off melalui berbagai program Road to Harbolnas.
Menurut Budi, rangkaian tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan aktivitas belanja masyarakat, tetapi juga memperkuat kesiapan UMKM dan membuka peluang bagi generasi muda untuk memanfaatkan ekonomi digital sebagai ruang usaha.
“Memang Harbolnas-nya akan terjadi tanggal 10 sampai 16 Desember, tapi Road to Harbolnas-nya sudah berjalan mulai hari ini,” ujar Budi Primawan.
Ia menjelaskan terdapat tiga kegiatan utama dalam Road to Harbolnas 2026, yakni Goes to Campus, Workshop iDEA UMKM, dan Belanja Produk Lokal.
Melalui program Goes to Campus, iDEA ingin memperkenalkan ekonomi digital kepada mahasiswa tidak hanya sebagai tempat berbelanja, tetapi juga sebagai ruang untuk berusaha, berkreativitas dan memasarkan produk lokal.
“Kami ingin mahasiswa melihat ekonomi digital bukan sebagai tempat belanja, tapi juga tempat untuk berusaha, berkreatif, melakukan berbagai afiliasi dengan produk lokal,” kata dia.
Lebih lanjut, Workshop iDEA UMKM akan memberikan pengetahuan dan pendampingan kepada pelaku UMKM agar semakin siap berdagang melalui kanal e-commerce.
Program ketiga, yakni Belanja Produk Lokal, ditujukan untuk memperkenalkan lebih banyak produk Indonesia kepada masyarakat sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi UMKM.
Budi menekankan ketiga program tersebut dijalankan melalui kolaborasi dengan pemerintah, pelaku industri, pemilik merek, perguruan tinggi, komunitas dan berbagai mitra dalam ekosistem digital.
“Keberhasilan Harbolnas tidak hanya tercermin dari nilai transaksi pada bulan Desember itu. Keberhasilannya juga akan terlihat dari semakin siapnya UMKM kita, semakin besarnya pasar produk lokal, dan kualitas pelayanan, serta menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Budi.
Ia berharap Harbolnas 2026 dapat menjadi momentum bersama untuk memperkuat perekonomian nasional. “Harbolnas adalah kerja sama kita semua. Dengan arahan pemerintah dan kolaborasi seluruh pihak, kami berharap Harbolnas 2026 dapat memberikan manfaat nyata bagi UMKM, bagi industri dan perekonomian nasional. Mari dukung UMKM, mari perkuat produk lokal, dan mari bersama-sama kita menggerakkan roda perekonomian nasional,” Tutupnya.












