Ekbis  

Industri Kulit dan Tekstil Indonesia Naik Kelas, 210 Peserta dari 14 Negara Ramaikan ILF dan IGT Expo 2026

Minat buyer internasional terlihat dalam Indo Leather & Footwear (ILF) Expo 2026. Seorang pengunjung mancanegara mencermati kualitas bahan kulit yang dipamerkan sebagai bagian dari peluang kerja sama dan transaksi bisnis di sektor manufaktur kulit dan alas kaki yang bertempat di JI-Expo Kemayoran Jakarta, Rabu (05/08/2026). Foto: topikonline.co.id/Adang
Minat buyer internasional terlihat dalam Indo Leather & Footwear (ILF) Expo 2026. Seorang pengunjung mancanegara mencermati kualitas bahan kulit yang dipamerkan sebagai bagian dari peluang kerja sama dan transaksi bisnis di sektor manufaktur kulit dan alas kaki yang bertempat di JI-Expo Kemayoran Jakarta, Rabu (05/08/2026). Foto: topikonline.co.id/Adang

Topikonline – Industri kulit, alas kaki, tekstil, dan garmen nasional kembali mendapat panggung internasional melalui pembukaan Indo Leather & Footwear (ILF) Expo dan Indo Garment & Textile (IGT) Expo 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (5/8). Memasuki penyelenggaraan ke-19, pameran ini diikuti 210 peserta dari 14 negara dan menjadi ajang strategis untuk memperkuat daya saing manufaktur Indonesia di pasar global.

Pameran yang digelar Krista Exhibitions Group tersebut secara resmi dibuka oleh Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap penguatan sektor industri manufaktur nasional.

Project Director Krista Exhibitions Group dalam sambutannya mengatakan, ILF Expo dan IGT Expo bukan sekadar ajang pameran produk, tetapi menjadi wadah kolaborasi bagi seluruh pemangku kepentingan industri.

“Melalui penyelenggaraan ILF Expo dan IGT Expo 2026, kami berharap pameran ini dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan industri kulit, alas kaki, tekstil, dan garmen Indonesia. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, asosiasi, investor, dan mitra internasional diharapkan mampu mempercepat adopsi teknologi, meningkatkan investasi, memperluas pasar ekspor, serta memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar internasional,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, tahun ini pameran menghadirkan 210 peserta, termasuk 50 pelaku UMKM, dengan keikutsertaan perusahaan dari Indonesia, China, Italia, Uni Emirat Arab, Pakistan, Spanyol, India, Bangladesh, Jerman, Taiwan, Hong Kong, Vietnam, Singapura, dan Korea Selatan.

Menurutnya, tingginya partisipasi internasional tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan dunia terhadap potensi industri manufaktur Indonesia sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri kulit, alas kaki, tekstil, dan garmen di kawasan Asia.

Berbagai inovasi ditampilkan selama pameran, mulai dari produk kulit, alas kaki, tekstil, garmen, bahan baku, aksesori, hingga mesin produksi, teknologi otomasi, dan berbagai solusi manufaktur modern yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, kualitas produk, sekaligus mendorong praktik industri yang lebih berkelanjutan.

Tidak hanya menghadirkan pameran produk, ILF dan IGT Expo 2026 juga menyuguhkan beragam agenda pendukung. Seminar Nasional AGTI mengangkat tema “Membangun Industri TPT yang Kompetitif, Berkelanjutan, dan Menjadi Pemain Utama dalam Rantai Pasok Nasional dan Internasional”, yang mempertemukan pemerintah, akademisi, asosiasi, dan pelaku usaha untuk membahas strategi peningkatan daya saing industri tekstil nasional.

Selain itu, ILF–IGT Manufacturing Forum 2026 mengusung tema “Jaya di Pasar Domestik, Unggul di Pasar Global.” Forum yang diselenggarakan bersama APRISINDO ini mendapat dukungan dari Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.

Dalam forum tersebut dibahas berbagai isu strategis, mulai dari revitalisasi industri padat karya, peningkatan investasi manufaktur, pemberdayaan UMKM dan IKM, hingga pemanfaatan peluang perdagangan melalui Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) guna memperluas akses ekspor Indonesia.

Suasana pameran juga semakin semarak dengan penyelenggaraan The Fashion Show yang menampilkan inovasi terbaru industri kulit, alas kaki, tekstil, dan fesyen nasional. Sementara itu, Networking Cocktail Dinner menjadi bagian dari agenda Business Matching yang mempertemukan peserta pameran dengan buyer, investor, asosiasi, serta mitra industri untuk membuka peluang kerja sama dan transaksi bisnis.

Krista Exhibitions Group menilai rangkaian kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem industri nasional melalui kolaborasi antara pemerintah, asosiasi, pelaku usaha, investor, hingga mitra internasional sehingga mampu meningkatkan investasi, memperluas pasar ekspor, serta memperkuat posisi produk Indonesia di pasar dunia.

ILF Expo 2026 dan IGT Expo 2026 terbuka bagi pelaku industri, produsen, distributor, importir, eksportir, investor, akademisi, hingga masyarakat yang ingin melihat perkembangan terbaru industri kulit, alas kaki, tekstil, dan garmen. Pengunjung dapat melakukan registrasi secara daring maupun langsung di lokasi penyelenggaraan pameran.