Tangerang, Topikonline.co.id – Di tengah menguatnya polarisasi sosial dan erosi nilai kebangsaan, Universitas Pelita Harapan (UPH) menegaskan kembali peran strategis keluarga sebagai fondasi utama persatuan bangsa. Pesan tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional 2026 yang digelar di Auditorium Grand Chapel, Kampus UPH Lippo Village, Tangerang, Selasa (3/2/2026), dalam rangkaian perayaan Natal Nasional 2025.
Seminar ini bukan sekadar forum akademik, melainkan seruan moral untuk kembali menempatkan keluarga sebagai ruang pertama pembentukan nilai kasih, toleransi, iman, dan karakter kebangsaan—nilai yang kian tergerus oleh kompleksitas tantangan sosial, disrupsi teknologi, dan krisis keteladanan.
Lebih dari 2.000 peserta mengikuti kegiatan ini secara luring dan daring melalui siaran langsung YouTube, yang menjangkau Kampus UPH Medan dan Surabaya. Antusiasme peserta mencerminkan kegelisahan sekaligus harapan publik terhadap peran keluarga dalam menjaga kohesi sosial Indonesia.
Rektor UPH, Dr. (Hon.) Jonathan L. Parapak, menegaskan bahwa keluarga merupakan titik awal pembentukan manusia Indonesia seutuhnya.
“Keluarga adalah ruang pertama pembentukan nilai, karakter, dan iman yang menuntun setiap individu untuk bertumbuh secara bertanggung jawab di tengah masyarakat,” tegas Parapak.
Ia menambahkan, tanpa fondasi keluarga yang kuat, pendidikan formal dan kebijakan negara akan kehilangan daya transformasinya.
Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI yang juga Ketua Umum Panitia Natal Nasional 2025, Maruarar Sirait, menekankan bahwa penguatan nilai keluarga harus diwujudkan melalui aksi nyata, bukan sekadar wacana.
Sepanjang rangkaian Natal Nasional 2025, panitia telah menyalurkan bantuan sosial lintas sektor dan lintas agama, mulai dari paket pendidikan, renovasi rumah ibadah, bantuan kebencanaan, hingga distribusi ambulans untuk pelayanan kemanusiaan.
Dalam seminar tersebut, dilakukan penyerahan simbolis lima unit ambulans hasil dukungan PT Astra International Tbk kepada lima lembaga lintas agama. Dengan penambahan ini, total ambulans yang telah disalurkan Panitia Natal Nasional 2025 mencapai 35 unit—sebuah simbol konkret solidaritas dan persatuan di tengah keberagaman.
Seminar Nasional 2026 juga menghadirkan narasumber kunci, di antaranya Prof. Brian Yuliarto, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, serta Dr. (H.C.) James T. Riady, Pendiri Yayasan Pendidikan Pelita Harapan. Keduanya menekankan pentingnya sinergi antara keluarga, iman, dan pendidikan dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang berdaya saing global namun tetap berakar pada nilai-nilai kebangsaan.
Koordinator Seminar Nasional 2026, Pdt. Prof. Binsar Jonathan Pakpahan, menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak boleh netral nilai, melainkan aktif menjadi ruang dialog dan penguatan ketahanan keluarga.
“Dari kampus inilah fondasi keluarga Indonesia yang kuat harus dibangun—bukan hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara moral dan iman,” pungkasnya.












