Topikonline.co.id, Tangerang – Bagi Wakil Kepala Pusat Penerangan (Wakapuspen) TNI Brigjen TNI Osmar Silalahi, pertemuan dengan insan media bukan sekadar agenda formal. Interaksi dengan jurnalis justru menjadi bagian dari rutinitas pekerjaannya sehari-hari.
“Interaksi kami dengan media hampir setiap hari,” ujar Osmar saat berbincang dalam sebuah forum yang mempertemukan kalangan akademisi dan jurnalis.
Sebagai pejabat di Pusat Penerangan TNI yang berkantor di Mabes TNI Cilangkap, salah satu tugas utamanya memang memastikan berbagai aktivitas TNI dapat diketahui masyarakat secara luas melalui media.
Menurutnya, media merupakan mitra strategis dalam menyampaikan berbagai kegiatan TNI yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
“Mulai dari Sabang sampai Merauke, berbagai kegiatan TNI perlu diinformasikan kepada masyarakat. Di sinilah peran media menjadi sangat penting,” katanya.
Kerja sama antara TNI dan media tidak hanya sebatas pada penyebaran informasi, tetapi juga dalam proses peliputan di lapangan. Dalam berbagai kesempatan, TNI bahkan memfasilitasi jurnalis untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses.
Osmar mengenang salah satu momen ketika sejumlah wilayah di Sumatera dilanda bencana. Saat itu akses menuju daerah terdampak terputus akibat kerusakan infrastruktur, sehingga jurnalis kesulitan mencapai lokasi. TNI kemudian mengajak beberapa jurnalis untuk berangkat bersama menggunakan pesawat militer.
“Kami berangkat dari Jakarta menggunakan pesawat Hercules menuju Aceh dan Medan. Dari sana perjalanan dilanjutkan dengan helikopter menuju wilayah yang terdampak,” ujar Osmar yang pernah menjabat sebagai Perwira Pembantu Utama V/Perbekalan (Paban V/Bek) Staf Logistik TNI Angkatan Darat (Slogad) pada tahun 2024 ini.
Pengalaman tersebut, menurut Osmar, menunjukkan bahwa TNI dan media memiliki peran yang saling melengkapi dalam memastikan masyarakat memperoleh informasi langsung dari lapangan.
Selain dengan media, hubungan TNI dengan dunia pendidikan juga cukup erat. Berbagai perguruan tinggi kerap mengundang pimpinan TNI untuk memberikan kuliah umum kepada mahasiswa.
Materi yang disampaikan umumnya berkaitan dengan kepemimpinan, nasionalisme, wawasan kebangsaan hingga semangat bela negara bagi generasi muda.
“Ini menunjukkan bahwa TNI memiliki kedekatan dengan dunia kampus dan mahasiswa,” kata Osmar.
Di tengah derasnya arus informasi digital, ia mengingatkan bahwa peran media menjadi semakin penting. Jurnalis dituntut untuk menjaga akurasi dan integritas dalam menyampaikan informasi kepada publik.
Menurutnya, masyarakat membutuhkan media yang dapat dipercaya sebagai rujukan informasi.
Karena itu, ia mengajak insan pers untuk terus menyampaikan informasi berdasarkan fakta yang terjadi di lapangan.
“Mari kita bersama-sama membangun bangsa ini melalui profesi kita masing-masing dengan menyampaikan informasi secara benar, tanpa menambah ataupun mengurangi fakta,” ujarnya.
Bagi Osmar, jurnalisme yang baik bukan hanya soal menyampaikan kabar, tetapi juga menghadirkan informasi yang memberi dampak positif bagi masyarakat.












