Topikonline.co.id – Sukabumi – Kematian balita Raya (3 tahun 9 bulan) akibat meningitis TB dan infeksi cacing usus di Desa Cinaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, mengguncang nurani publik. Peristiwa tragis ini membuka mata bahwa masalah kesehatan anak di akar rumput masih jauh dari kata aman.
Merespons cepat, Staf Khusus Menko PMK Bidang Mobilisasi Sumberdaya Bencana, Mayjen TNI (Purn) Mochammad Luthfie Beta, mendatangi kediaman keluarga almarhumah pada Jumat malam (22/8/2025). Kunjungan ini merupakan perintah langsung Menko PMK Pratikno usai rapat tingkat menteri soal penanganan penyakit dan kualitas kesehatan balita.
“Kasus ini alarm keras bagi kita semua. Jangan ada lagi anak yang tumbuh di tengah kondisi rumah tak layak, sanitasi buruk, dan lingkungan yang justru jadi sumber penyakit. Kalau masyarakat tidak sehat, bangsa ini pun akan rapuh,” tegas Luthfie.
Di lokasi, Luthfie menyaksikan sendiri kondisi rumah keluarga korban yang memprihatinkan: berdiri di lahan rawan longsor, minim sirkulasi udara, sanitasi buruk, dan berdekatan dengan kandang ternak. Ia menilai, situasi ini bukan sekadar tragedi keluarga, melainkan cermin rapuhnya sistem perlindungan kesehatan anak di daerah.
Kemenko PMK memastikan langkah nyata: rumah keluarga Raya akan dibongkar dan diganti rumah sehat permanen, disertai fasilitas sanitasi layak dan WC komunal dari dana Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Namun, karena lahan rawan bencana, pemerintah juga mempertimbangkan relokasi dan pembangunan talud untuk mencegah longsor.
Pembangunan akan dilakukan dengan swakelola, melibatkan warga, aparat desa, hingga TNI/Polri. Rencananya, rumah sehat berukuran 7 x 5 meter akan dibangun, sekaligus memperbaiki akses jalan dan pemindahan kandang ternak agar lingkungan lebih higienis.
Tak hanya soal hunian, perhatian juga diarahkan ke kondisi keluarga korban. Ayah dan ibu Raya masih dirawat di RS Bandung, sementara kakaknya (7) mengalami gangguan kesehatan dan butuh pendampingan gizi dan pendidikan.
“Ini bukan sekadar belasungkawa, tapi tindakan nyata. Negara hadir, memperbaiki, dan memastikan anak-anak lain tidak bernasib sama,” tegas Luthfie.
Dalam kunjungan itu, Kemenko PMK juga menyerahkan bantuan 25 paket sembako dan perlengkapan sekolah. Hadir pula perwakilan Kemendikbudristek, camat, kepala desa, TNI/Polri, dan perangkat daerah setempat untuk menyusun langkah tindak lanjut.
Tragedi yang menimpa balita Raya seharusnya menjadi peringatan keras: masih banyak anak tumbuh di lingkungan tidak sehat, tanpa perlindungan memadai. Jika tidak dibenahi dari hulu—mulai dari sanitasi, hunian, gizi, hingga akses kesehatan—kasus serupa akan terus berulang, meninggalkan luka baru di tengah bangsa. (Iwan)












