Ekbis  

Risiko di Jalan Tinggi, Lalamove Pasang “Tameng” Asuransi untuk Driver dan Penumpang

Di tengah tingginya risiko kecelakaan lalu lintas, Lalamove memperkuat lini keamanannya. Platform ini menggandeng PT Asuransi Tokio Marine Indonesia dan PT Mitra Jasa Pratama untuk menghadirkan perlindungan asuransi perjalanan bagi mitra pengemudi hingga penumpang, dengan nilai pertanggungan mencapai Rp50 juta.

Topikonline.co.id, JAKARTA — Di bisnis logistik dan ride-hailing, kecepatan saja tak lagi cukup. Faktor keamanan kini jadi “mata uang baru”. Hal ini yang coba dijawab Lalamove lewat kolaborasi strategis bersama PT Asuransi Tokio Marine Indonesia (Tokio Marine) dan PT Mitra Jasa Pratama (Qoala).

Lewat kerja sama ini, Lalamove menyematkan perlindungan Group Personal Accident bagi mitra pengemudi maupun pengguna.

Skemanya sederhana tapi krusial: selama perjalanan dan pengantaran berlangsung, risiko kecelakaan kini ditopang proteksi finansial.

Nilai santunan yang disiapkan tak kecil, hingga Rp50 juta. Cakupannya mulai dari biaya pengobatan, cacat tetap, hingga santunan meninggal dunia akibat kecelakaan.

Managing Director Lalamove Indonesia, Andito B. Prakoso, mengakui bahwa ekspektasi pengguna telah berubah. Bukan sekadar cepat dan murah, tapi juga aman.
“Ekosistem digital sekarang menuntut perlindungan yang nyata. Ini bukan lagi pelengkap, tapi kebutuhan,” ujarnya.

Langkah ini terasa relevan. Data Korlantas Polri mencatat, sepanjang 2025 terjadi lebih dari 141 ribu kecelakaan lalu lintas. Mayoritas melibatkan kendaraan roda dua—segmen yang identik dengan driver layanan on-demand.

Artinya, di balik setiap order yang terlihat sederhana, ada risiko besar yang selama ini kerap tak terlihat.

Di sisi lain, Tokio Marine melihat kolaborasi ini sebagai pintu masuk untuk memperluas perlindungan berbasis aktivitas harian masyarakat digital.

Chief Distribution Officer Tokio Marine Indonesia, Heryudi, menyebut skema ini dirancang spesifik: melindungi driver, penumpang, hingga pengemudi pengantaran barang dalam satu ekosistem.

Sementara Qoala memainkan peran krusial di belakang layar. Sebagai broker, mereka memastikan proses klaim tidak berbelit—cepat, transparan, dan berbasis teknologi.

Direktur Utama Qoala, Ian Ramelan, menegaskan bahwa kecepatan klaim adalah kunci kepercayaan. “Asuransi itu bukan soal polis saja, tapi bagaimana realisasinya saat dibutuhkan,” katanya.

Kolaborasi ini bukan sekadar tambahan fitur. Ini sinyal bahwa industri logistik on-demand mulai bergeser: dari sekadar adu cepat, menuju adu aman.

Ke depan, langkah ini berpotensi menjadi standar baru—bahwa setiap perjalanan, setiap pengantaran, tak hanya efisien, tapi juga terlindungi.