Ekbis  

Dunia Dikuasai Dolar, Haidar Alwi: Saatnya Indonesia Amankan Emas Rakyat!

Ilustrasi Tambang emas. (Dok. Kreasi Dola AI)
Ilustrasi Tambang emas. (Dok. Kreasi Dola AI)

Topikonline.co.id, Jakarta – Ketika dunia masih bergantung pada dolar dan sistem keuangan global yang timpang, Indonesia dinilai belum memaksimalkan kekuatan aset riilnya sendiri. Emas rakyat disebut bisa menjadi “senjata ekonomi” baru, jika dikelola dengan benar.

Haidar Alwi menyoroti ketimpangan sistem keuangan global yang dinilai lebih menguntungkan negara tertentu. Ia menyebut, dominasi dolar yang berakar dari Bretton Woods Conference telah menciptakan ketergantungan struktural banyak negara.
“Jika satu negara bisa mencetak uang dan dunia bekerja untuk mendapatkannya, itu bukan mekanisme pasar yang adil,” tegasnya.
Dalam situasi global yang penuh tekanan mulai dari perang dagang hingga konflik geopolitik, negara dengan basis aset riil dinilai lebih tangguh. Ia mencontohkan Iran yang tetap bertahan di tengah sanksi ekonomi.

Indonesia, menurutnya, memiliki peluang besar melalui sektor emas, terutama tambang rakyat. Namun potensi tersebut masih terkendala persoalan klasik: izin rumit, praktik ilegal, hingga kebocoran nilai ekonomi.

Padahal, mandat UUD 1945 sudah jelas, negara harus memastikan kekayaan alam digunakan untuk kemakmuran rakyat.

Haidar mendorong langkah “radikal” dalam arti strategis: memperluas Wilayah Pertambangan Rakyat, digitalisasi izin, penguatan koperasi, hingga transparansi rantai pasok emas.

Tak hanya itu, ia juga menekankan pentingnya pelarangan merkuri dan penggunaan teknologi modern agar sektor ini tidak merusak lingkungan.
“Negara yang membiarkan kebocoran sumber daya, sesungguhnya sedang kehilangan kepercayaan publik,” ujarnya.

Jika reformasi dilakukan serius, emas rakyat bukan hanya menjadi sumber pendapatan, tetapi juga alat memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.