Ragam  

Polwan Berkebaya Warnai Layanan Publik Polda Metro Jaya, Semangat Kartini Hadir dalam Pelayanan Humanis

Jakarta,Topikonline co.id — Suasana berbeda tampak di sejumlah titik layanan publik Polda Metro Jaya dan Polres jajaran pada peringatan Hari Kartini, Selasa (21/4/2026). Para polisi wanita (polwan) tampil anggun mengenakan kebaya saat bertugas, menghadirkan nuansa hangat tanpa mengurangi profesionalitas pelayanan kepada masyarakat.

Di balik balutan kebaya, para polwan tetap menjalankan tugas seperti biasa. Mereka disiagakan di berbagai lini pelayanan, mulai dari lobi utama, Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), layanan Direktorat Lalu Lintas, penerbitan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), hingga pengamanan di lokasi wisata dan piket reserse kriminal.

Kehadiran polwan berkebaya ini memberi sentuhan humanis dalam pelayanan. Warga yang datang disambut dengan ramah, diberikan informasi yang jelas, serta diarahkan secara cepat ke unit pelayanan yang dituju—baik untuk pengurusan administrasi, laporan kepolisian, maupun kebutuhan lainnya.

Pendekatan berbeda juga terlihat di Unit PPA. Di sana, para polwan memberikan pendampingan awal kepada pelapor dan saksi, khususnya perempuan dan anak, dengan pendekatan empatik yang menekankan rasa aman dan kenyamanan. Langkah ini dinilai krusial dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

Direktur PPA dan PPO Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rita Wulandari Wibowo, menegaskan bahwa momentum Hari Kartini bukan sekadar seremoni, melainkan refleksi atas peran strategis polwan dalam tubuh Polri.

“Momentum Hari Kartini menjadi pengingat bahwa Polwan tidak hanya hadir sebagai pelengkap, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat, khususnya perempuan dan anak. Melalui pendekatan yang humanis dan empatik, kami berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Pakor Polwan Polda Metro Jaya, AKBP Rusmiati Wahyu Lestari. Ia menekankan bahwa semangat Kartini harus menjadi energi bagi seluruh polwan untuk terus meningkatkan kualitas diri.

“Polwan harus mampu menjadi representasi perempuan tangguh yang tetap mengedepankan kelembutan, namun tegas dalam menjalankan tugas. Ini adalah wujud nyata semangat Kartini masa kini di tubuh Polri,” katanya.

Peringatan Hari Kartini tahun ini pun menjadi simbol kuat bahwa kebaya bukan sekadar busana tradisional. Di tangan para polwan, kebaya menjelma sebagai representasi pelayanan publik yang humanis, sigap, dan tetap profesional—menghadirkan wajah Polri yang lebih dekat dan dipercaya masyarakat.