Hankam  

Polda Metro Jaya Gelar Operasi Keselamatan Jaya 2026, 2.939 Personel Disiagakan Jelang Ramadhan

Dirlantas Polda metro jaya Kombes pol Komaruddin saat memberikan keterangan dimulainya operasi keselamatan jaya 2026,Foto:Amin

Jakarta,Topikonline.co.id– Polda Metro Jaya resmi menggelar Operasi Keselamatan Jaya 2026 dengan mengerahkan 2.939 personel gabungan. Operasi kewilayahan di bidang lalu lintas ini digelar menjelang bulan suci Ramadhan, sebagai langkah strategis menekan pelanggaran dan kecelakaan di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Dimulainya operasi ditandai dengan Apel Gelar Pasukan di Lapangan Presisi Polda Metro Jaya, Senin (2/2/2026), yang melibatkan unsur TNI, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta instansi terkait lainnya. Kehadiran lintas sektor ini menegaskan bahwa keselamatan berlalu lintas bukan semata urusan kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama.

Operasi Keselamatan Jaya 2026 akan berlangsung selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026. Dari total personel yang dikerahkan, 1.086 personel berasal dari Satgas Polda Metro Jaya, 1.713 personel dari Satgas Polres jajaran, 80 personel TNI, serta 60 personel gabungan dari Satpol PP dan Dinas Perhubungan.

Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol. Dekananto Eko Purwono menegaskan bahwa operasi ini mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif, namun tetap dibarengi penegakan hukum yang tegas dan humanis.

“Operasi ini bukan untuk mencari-cari kesalahan masyarakat, melainkan membangun kesadaran dan budaya tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama,” tegasnya.

Adapun sasaran operasi difokuskan pada pelanggaran berisiko tinggi yang selama ini menjadi pemicu utama kecelakaan lalu lintas. Mulai dari melawan arus, melebihi batas kecepatan, pengendara di bawah umur, tidak menggunakan helm, penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi, hingga Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) yang tidak sesuai peruntukan.

Penindakan dilakukan dengan memanfaatkan teknologi ETLE statis dan mobile, patroli drone Presisi, serta penegakan hukum langsung di lapangan. Pola ini diharapkan mampu menciptakan efek jera tanpa mengabaikan pendekatan edukatif kepada masyarakat.

“Keberhasilan operasi tidak diukur dari banyaknya penindakan, tetapi dari sejauh mana pelanggaran dan angka kecelakaan dapat ditekan,” ujar Wakapolda.

Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat untuk tidak menunggu ditertibkan, melainkan menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan. Disiplin berlalu lintas, menurut kepolisian, adalah kunci menciptakan keamanan dan kenyamanan bersama, terlebih menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat di bulan Ramadhan.