Peresmian Kampung Pancasila Tutup Latihan Yon Armed 5/105/Tarik Yang di Gelar Rindam III/Slw

Banjar – Dengan mengaplikasikan Binter, Rindam lll/Siliwangi menggelar Latihan Pratugas prajurit Yon Armed 5/105/Tarik yang dilaksanakan di wilayah Kota Banjar, Kab Ciamis perbatasan antara Jawa Barat dengan Jawa Tengah, yang dimulai selama sepuluh hari terhitung tanggal 20 Mei hingga 31 Mei 2022, sekaligus penutupan latihan pra tugas, Selasa (31/5/2022) .

Latihan Pra tugas ini menurut Danrindam lll/Slw Kolonel Inf Lukman Hakim, dilaksanakan untuk menyiapkan Yon armed 5/105/Tarik dalam melaksanakan tugas operasi di perbatasan RI – Malaysia di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Bacaan Lainnya

Adapun Satgas Operasi Pamtas Yon Armed 5 ini akan menggantikan Satgas Yon Armed 8 yang akan purna tugas pada akhir bulan Juni tahun ini.

Dalam latihan yang diselenggarakan oleh Rindam lll/Siliwangi yaitu sesuai dengan petunjuk atau arahan Pangdam lll/Slw Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo lokasi pelatihan dipilih di daerah latihan wilayah Kota Banjar perbatasan antara Jawa Barat dan Jawa Tengah, dikarenakan kondisi geografi dan kondisi sosial menyerupai daerah operasi sama-sama daerah perbatasan. Permasalahan yang ada di daerah operasi dialihkan ke daerah latihan untuk melatih prajurit cara mengatasinya.

Sebanyak 450 orang prajurit nantinya akan menempati 15 pos yang tersebar di wilayah Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan dan Malinau yang berbatasan darat langsung dengan Malaysia, sehinga dalam latihan juga diaplikasikan untuk menduduki 15 pos yang tersebar di beberapa Kecamatan, Desa Wilayah Kota Banjar dan Kab Ciamis.

Di beberapa lokasi latihan pra tugas tersebut dibentuk menjadi Kampung Pancasila, maksud dan tujuannya adalah sebagai bentuk kepedulian kepada warga masyarakat setempat dalam rangka upaya menjaga tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI), hal ini tentunya harus terus dibina untuk memberikan pemahaman nilai nilai luhur Pancasila kepada masyarakat pedesaan untuk mencegah adanya oknum yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Pada latihan pra tugas ini harapannya warga masyarakat di lokasi perbatasan RI-Malaysia akan diberikan sosialisasi mengenai Pancasila, bahwa Pancasila adalah dasar negara yang tidak bisa di amandemen yang sampai saat ini tetap menjadi Dasar Negara.

Kemudian Satgas yang akan bertugas di sana juga akan memberikan pemahaman bahwa sampai saat ini tidak ada pemahaman Trisila yang pernah menjadi isu di masyarakat. Kemudian masyarakat juga akan mendapatkan pemahaman terkait tentang bhinneka tunggal Ika di mana sebagai warga masyarakat Republik Indonesia tetap harus mengedepankan Bhineka Tunggal Ika meskipun banyak suku ras dan agama kita tetap satu jua. Masyarakat di perbatasan juga diharafkan dapat memahami, mempedomani dan mengimplementasikan sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu juga Satgas perbatasan juga akan memberikan pemahaman tentang wawasan kebangsaan kepada generasi muda sehingga tumbuh jiwa nasionalisme yang tinggi dan memiliki daya juang di masyarakat.

Semua yang diaplikasikan melalui Binter Satgas perbatasan tentunya sebagai upaya untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa dan menanamkan sikap anak bangsa agar selalu mencintai NKRI.

Dan pada satu hari sebelum penutupan Latihan Pra Tugas Prajurit Yonarmed 5/105/Tarik rangkaian kegiatan lainnya juga diselenggarakan pada persiapan penutupan acara tersebut, yaitu peresmian kampung Pancasila yang digelar di Desa Sukamukti Kecamatan Pataruman Kota Banjar, kemudian acara pengobatan massal, lomba mewarnai tingkat anak-anak desa Sukamulya serta pemotongan pita dan pemotongan tumpeng. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Walikota Banjar Hj. Ade Uu Sukaesih, Asops Kadam lll/Slw, Kabaglat Rindam III/Slw, Dandim 0613/Ciamis, Kapolresta Banjar, serta Danyonif Reider 323 / BP.

Dalam sambutannya Walikota Banjar mengucapkan terima kasih kepada institusi TNI yang telah membuat kampung Pancasila, dimana keberadaan Kampung Pancasila tentunya dapat bemanfaat dalam mewujudkan NKRI ditengah masyarakat yang berbeda suku agama dan golongan. Walaupun di tengah perbedaan namun tetap satu sesuai dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila sebagai Ideologi Negara Republik Indonesia. *fer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.