Jakarta,Topikonline.co.id – Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Richard Tampubolon menegaskan bahwa masa depan kekuatan pertahanan Indonesia bertumpu pada kualitas sumber daya manusia prajurit. Penegasan itu disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Personel (Rakor Pers) TNI Tahun Anggaran 2026 di Aula Gatot Subroto, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (3/3/2026).
Rakor yang digelar secara hybrid—tatap muka dan video conference—ini diikuti para pejabat personel dari tiga matra TNI. Mengusung tema “Spers TNI Siap Mewujudkan Personel TNI yang Prima untuk Indonesia Maju dan Berdaulat”, forum tersebut menjadi panggung konsolidasi strategis pembinaan karier dan profesionalisme prajurit.

Didampingi Waaspers Panglima TNI Brigjen TNI Iwan Setiawan, Kasum TNI menekankan bahwa kontribusi nyata TNI terhadap cita-cita Indonesia maju dan berdaulat tidak bisa dilepaskan dari penguatan sektor personel.
“Kontribusi TNI untuk Indonesia maju dan berdaulat bertumpu pada penguatan bidang personel melalui pembinaan human resources dan SDM yang profesional,” tegasnya.
Dalam amanatnya, Kasum TNI juga menggarisbawahi pentingnya keteladanan sebagai fondasi kepemimpinan. Menurutnya, sistem dan regulasi yang baik tidak akan efektif tanpa figur pemimpin yang mampu memberi contoh nyata.
“Kepemimpinan yang paling efektif bukan dengan jari telunjuk, tetapi dengan keteladanan,” ujarnya, menegaskan bahwa nilai kepemimpinan harus tercermin dalam sikap, integritas, dan perilaku sehari-hari.
Pesan tersebut dinilai relevan di tengah dinamika tantangan pertahanan yang semakin kompleks, mulai dari ancaman konvensional hingga spektrum non-militer. Profesionalisme prajurit, lanjutnya, harus dibangun melalui sistem pembinaan yang terukur, transparan, dan berorientasi pada kompetensi.
Rakor Pers TA 2026 menjadi momentum evaluasi sekaligus perumusan langkah konkret dalam pembinaan personel, mencakup perencanaan kebutuhan prajurit, pengembangan karier, peningkatan kompetensi, hingga aspek kesejahteraan.
Forum ini juga menekankan pentingnya sinkronisasi kebijakan antar-satuan agar setiap program pembinaan berjalan efektif dan selaras dengan arah pembangunan nasional.
Kegiatan secara resmi ditutup oleh Waaspers Panglima TNI. Melalui Rakor ini, TNI menargetkan terwujudnya personel yang prima, profesional, dan berintegritas sebagai modal utama menghadapi tantangan tugas ke depan.
Dengan fondasi SDM yang kuat, TNI diyakini semakin siap berkontribusi optimal dalam mendukung pembangunan nasional menuju visi Indonesia Emas 2045—sebuah cita-cita besar yang menuntut kesiapan bukan hanya alutsista, tetapi juga kualitas manusia di balik seragam loreng.












