Kakorlantas Resmikan Operasi Patuh Jaya, Ini 8 Pelanggaran Yang Disasar

Semanggi – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Firman Santyabudi secara resmi memimpin apel dimulainya Operasi Patuh Jaya 2022, di Lapangan Presisi Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (13/6/2022) pagi.

Apel diikuti oleh sekitar 3.070 personel gabungan Ditlantas Polda Metro Jaya dibantu TNI jajaran Kodam Jaya, jajaran Satpol PP dan Dishub DKI Jakarta.

Bacaan Lainnya

Gelaran OPJ yang akan berlangsung hingga 26 Juni 2022 ini dilaksanakan untuk mengajak masyarakat tertib dalam berlalu lintas.

Dalam pelaksanaannya, ada delapan pelanggaran yang disasar selama operasi berlangsung yaitu, 1. Knalpot bising, akan ditindak dengan Pasal 285 ayat 1 jo Pasal 106 ayat 3 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ). Pelanggar dikenakan sanksi kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000.

2. Rotator, kendaraan pribadi atau pelat hitam yang menggunakan rotator tidak sesuai peruntukannua akan ditindak dengan Pasal 287 ayat 4 UU LLAJ. Pengendara yang melanggar akan dikenakan kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000.

3. Balap liar, pelaku balap liar akan ditindak sesuai Pasal 297 juncto Pasal 115 huruf b UU LLAJ. Pelaku akan diberikan sanksi kurungan paling lama satu tahun dan denda paling banyak Rp 3 juta.

4. Lawan arus, pelanggar akan ditindak sesuai Pasal 287 UU LLAJ. Diberi sanksi denda paling banyak Rp 500.000.

5. Gunakan ponsel saat berkendara, dapat ditindak dengan Pasal 283 UU LLAJ dengan sanksi denda paling banyak Rp 750.000.

6. Tidak menggunakan helm bertaraf Standar Nasional Indonesia (SNI). Pelanggar dapat ditindak dengan Pasal 291 UU LLAJ dengan sanksi denda paling banyak Rp 250.000.

7. Tidak pakai sabuk pengaman (safety belt),  akan ditindak dengan Pasal 289 UU LLAJ. Pelanggar dikenakan sanksi denda sebesar Rp 250.000.

8. Motor membonceng lebih dari satu penumpang, bakal ditindak dengan Pasal 292 UU LLAJ dan sanksi denda paling banyak Rp 250.000. *fernang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.