Cibinong,Topikonline.co.id — Program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong mendapat perhatian langsung dari Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi. Dalam kunjungannya, Selasa (4/3), Mashudi meninjau berbagai kegiatan produksi yang dikembangkan dalam program Kebun Inovasi sebagai sarana pelatihan kerja bagi warga binaan sekaligus mendukung ketahanan pangan.
Didampingi jajaran struktural Lapas Cibinong, Mashudi meninjau sejumlah unit usaha produktif yang dikelola warga binaan, mulai dari budidaya maggot, peternakan ayam kampung, bebek hibrida pedaging hingga pengolahan limbah plastik. Berbagai sektor tersebut menjadi bagian dari strategi pembinaan yang diarahkan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan kerja yang aplikatif dan bernilai ekonomi.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah budidaya maggot yang telah menghasilkan produksi sekitar 60 kilogram per hari atau setara 1,8 ton per bulan. Selain berpotensi menjadi komoditas bernilai jual, maggot juga dimanfaatkan sebagai pakan alternatif bagi ternak, sehingga menciptakan sistem produksi yang efisien dan berkelanjutan.
Sementara itu, unit peternakan ayam kampung dengan 285 indukan dan 750 anakan mampu menghasilkan rata-rata 90 butir telur setiap hari atau sekitar 2.700 butir per bulan. Adapun peternakan bebek hibrida pedaging dengan populasi 1.040 ekor menghasilkan panen sekitar 500 hingga 600 kilogram setiap pekan.
Mashudi menegaskan bahwa program pembinaan berbasis keterampilan seperti yang dijalankan di Lapas Cibinong harus terus diperkuat karena memberi manfaat nyata bagi warga binaan.
“Program pembinaan seperti ini sangat baik karena memberikan keterampilan produktif bagi warga binaan sekaligus mendukung ketahanan pangan dan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan,” ujar Mashudi.
Ia juga mendorong agar inovasi pembinaan yang telah berjalan tersebut tidak berhenti di satu lokasi saja, melainkan dapat dikembangkan dan direplikasi di berbagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di seluruh Indonesia.
Menurutnya, arah pembinaan pemasyarakatan ke depan tidak hanya menekankan pada aspek pembinaan mental dan kedisiplinan, tetapi juga harus mampu membangun kemandirian ekonomi warga binaan agar mereka siap kembali ke masyarakat dengan bekal keterampilan yang nyata.
“Kita ingin program pembinaan di pemasyarakatan benar-benar produktif, berdampak, dan mampu membekali warga binaan agar siap kembali berperan positif di tengah masyarakat,” tegasnya.
Program Kebun Inovasi di Lapas Cibinong sendiri dinilai menjadi contoh konkret bagaimana lembaga pemasyarakatan dapat bertransformasi menjadi ruang pembinaan yang produktif, tidak hanya bagi warga binaan tetapi juga berkontribusi terhadap program ketahanan pangan dan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.












