TOPIKONLINE.CO.ID, Cibubur – Majelis Taklim (MT) Az-Zariyya kembali menghidupkan denyut dakwah dengan menggelar kajian muslimah terbuka untuk umum. Kali ini, sosok inspiratif nasional, Dr. Hj. Erna Rasyid Taufan, SE., M.Pd, yang akrab disapa Bunda Erat, dihadirkan sebagai penceramah utama.
Kajian yang mengangkat tema “Peran Muslimah dalam Dakwah Islamiyah” ini akan digelar pada Selasa, 13 Januari 2026, pukul 09.00–11.00 WIB, bertempat di Masjid Athoillah, Kota Wisata Cibubur.
Tema tersebut dinilai relevan di tengah tantangan zaman yang menuntut peran perempuan muslim tidak hanya di ruang domestik, tetapi juga sebagai agen perubahan umat.
Bunda Erat dikenal luas bukan hanya sebagai pendakwah, tetapi juga penggerak UMKM, kerajinan, majelis taklim, Dekranas, hingga dunia fashion muslimah. Kiprahnya menjadikan dakwah tidak sekadar mimbar dan kata, melainkan aksi nyata yang menyentuh ekonomi dan sosial umat.
Selain itu, Bunda Erat merupakan istri dari HM Taufan Pawe, mantan Wali Kota Parepare dua periode (2013–2023) yang kini menjabat sebagai Anggota DPR RI sejak Oktober 2024 sekaligus Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan. Pasangan ini menikah pada 2 Februari 1992 dan telah dikaruniai tiga orang anak.

Namun, Bunda Erat menegaskan jati dirinya bukan semata sebagai istri pejabat. Ia adalah pendakwah, penulis, dan politisi, bahkan menjabat sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Parepare. Pada Pilkada 2024, Bunda Erat sempat maju sebagai calon Wali Kota Parepare, meski belum mendapat amanah kemenangan.
“Boleh jadi ini jalan Allah. Bukan di pemerintahan, tapi di dakwah,” ujar salah satu panitia mengutip pesan Bunda Erat. Kini, langkahnya justru semakin luas menebar syiar Islam dari majelis ke majelis, dari kota ke kota.
MT Az-Zariyya berharap kehadiran Bunda Erat dapat menjadi magnet spiritual bagi kaum muslimah, khususnya ibu-ibu majelis taklim, untuk hadir, menyimak langsung tausiyah, dan memetik hikmah dari perjalanan dakwahnya.
Kajian ini terbuka untuk umum dan diharapkan menjadi momentum kebangkitan muslimah sebagai pilar dakwah Islamiyah yang cerdas, berani, dan berdaya. (Iwan)












