Jakarta – Ketua Umum DPP Partai Hanura, Oesman Sapta Odang meminta para kadernya mulai menerapkan filosofi raja Jawa menjelang Pemilu 2024.
Filosofi raja Jawa dimaksud itu yakni iso rongingso ojo rumongso biso. Artinya, jangan sekali-kali kepada rakyat merasa bisa, jangan.
Menurut Oesman Sapta atau yang karib dipanggil OSO, sikap merasa bisa dapat dianggap sebagai suatu sikap yang gegabah. Apalagi merasa bisa berkonotasi belum tentu bisa.
Bahkan, yang lebih bahaya lagi, apabila merasa belum bisa, tetapi mengaku bisa. Hal ini tentunya menjadi sebuah kebohongan. Pada akhirnya, partai juga yang dirugikan karena berpotensi besar kehilangan suara pemilih akibat kepercayaan publik yang dicederai.
“Kader Hanura harus selalu meniru Bapak Presiden Jokowi yang selalu bisa merasa, bukan merasa bisa. Begitu dong. Bangkit! Jaya! Menang!” seru OSO, beberapa waktu lalu.
Dituturkan, menghadapi Pemilu 2024 Partai Hanura juga sudah mulai menyiapkan diri dengan beragam skema canggih. Hal ini dilakukan karena menyesuaikan target tinggi yang sudah dicanangkan Partai Hanura.
Pada Pemilu 2024, seperti kata OSO, seluruh kader Hanura wajib bekerja keras bahu membahu demi mencapai target 4 persen ambang batas parlemen. Selain itu, Partai Hanura juga ditargetkan bisa meloloskan minimal satu wakil dari tiap daerah pemilihan (dapil).
“Partai Hanura kekinian itu ibarat pohon bambu secara falsafah. Setelah akarnya mengukir dan menggurita, baru pohonnya bisa menjulang tinggi dan kuat. Setelah itu mulailah menebar manfaat di kehidupan setiap insan yang merawatnya,” OSO menerangkan.
Berkaca dari falsafah itu, lanjutnya, para kader Hanura pun dituntut untuk bisa menyatu dalam sendi kehidupan. Seluruh kader juga harus peka terhadap geliat kehidupan masyarakat, karena dari situlah jawaban terbaik untuk menjawab tantangan bisa didapat. bembo












