Banten,Topikonline.co.id — Provinsi Banten baru saja memperingati hari jadinya yang ke-26 pada 4 Oktober 2026. Di balik sejarah panjang daerah yang lekat dengan tradisi jawara dan seni debus tersebut, terselip sebuah fakta menarik dalam perjalanan institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Banten ternyata telah menjadi salah satu daerah yang melahirkan dua sosok yang kemudian dipercaya menduduki jabatan tertinggi di tubuh Polri: Kapolri.
Dua nama itu adalah Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dan Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto.
Keduanya memiliki satu benang merah: pernah memimpin Polda Banten.
Listyo Sigit Prabowo pernah menjabat sebagai Kapolda Banten pada 2016. Dari Banten, kariernya terus menanjak hingga akhirnya dipercaya Presiden Joko Widodo menjadi Kapolri pada Januari 2021.
Lebih dari lima tahun memimpin Korps Bhayangkara, Listyo Sigit kemudian menyerahkan tongkat komando Kapolri kepada sosok lain yang ternyata juga memiliki rekam jejak dari Banten.
Nama tersebut adalah Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto.
Suyudi pernah menjabat sebagai Kapolda Banten pada 2024. Perjalanan kariernya kemudian mencapai puncak ketika Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai Kapolri pada 1 Oktober 2026, menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Banten, Bukan Sekadar Daerah Penugasan
Selama ini, publik mungkin lebih akrab dengan pola bahwa sejumlah Kapolri memiliki pengalaman memimpin wilayah strategis seperti Polda Metro Jaya, Jawa Tengah, maupun Jawa Timur.
Namun, Banten menghadirkan cerita berbeda.
Dua mantan Kapolda Banten dalam rentang waktu berbeda kini tercatat pernah berada di kursi tertinggi Korps Bhayangkara.
Fakta ini membuat Banten memiliki posisi tersendiri dalam perjalanan sejarah kepemimpinan Polri.
Daerah yang dikenal dengan karakter masyarakatnya yang kuat, tradisi jawara, serta budaya debus itu seolah menjadi salah satu tempat penting dalam perjalanan karier para perwira tinggi Polri.
Tentu, jabatan Kapolda tidak otomatis menjadi tiket menuju kursi Kapolri. Banyak faktor yang menentukan, mulai dari rekam jejak, pengalaman, kepemimpinan, penilaian institusi, hingga keputusan politik kenegaraan.
Namun, ketika dua mantan Kapolda dari satu daerah kemudian dipercaya menjadi Kapolri, fakta tersebut menarik untuk dicermati.
Akankah Terulang untuk Ketiga Kalinya?
Pertanyaannya kini menjadi menarik.
Apakah Banten kembali akan melahirkan Kapolri berikutnya?
Belum ada yang bisa memastikan.
Bisa saja sejarah itu kembali terulang. Bisa pula berhenti sampai dua nama tersebut.
Yang jelas, Banten telah mencatatkan jejak tersendiri dalam sejarah Korps Bhayangkara.
Dari tanah jawara, dua putra terbaik yang pernah memimpin Polda Banten berhasil menembus puncak hierarki Kepolisian Republik Indonesia.
Kini, publik tinggal menunggu perjalanan sejarah berikutnya.
Apakah akan muncul nama ketiga dari mantan Kapolda Banten yang kembali dipercaya menjadi Kapolri?
Waktu yang akan menjawab.
Untuk sementara, Banten telah memiliki cerita yang sulit diabaikan: dua Kapolda Banten, dua Kapolri.












