Subdit Sumdaling Polda Metro Ungkap Praktek Aborsi Yang Dilakukan Pasutri di Bekasi

Semanggi – Anggota Unit V Subdit III
Sumdaling Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya dipimpin Kompol Egidio Fernando berhasil mengungkap praktek kedokteran tanpa izin yang sah dan melakukan aborsi.

Dari pengungkapan kasus ini, petugas menangkap 3 pelaku aborsi berinisial ER dan suaminya, ST, serta seorang pasiennya, pada Senin (1/2) yang lalu, di Kampung Cibitung RT 001 RW 05, kelurahan Padurenan, kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi.

Bacaan Lainnya

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, ER ditangkap karena melakukan kegiatan aborsi yang tidak memiliki keahlian sesuai bidang kedokteran spesialis kandungan dan tidak memiliki izin. Sementara ST perannya mencari pasien atau melakukan pemasaran dan mengantarkan pasien.

“Tersangka ER ini jadi dokter cuma berdasarkan pengalaman pernah bekerja di klinik aborsi pada tahun 2000, selama kurang lebih hampir 4 tahun yang tugasnya bagian membersihkan bekas praktek aborsi,” ujar Yusri di Polda Metro Jaya, Rabu (10/2/2021).

Kepada petugas, lanjut Yusri, tersangka ER mengakui membuka praktek aborsi ilegal baru buka 4 hari di rumahnya, namun sudah 5 kali melakukan praktek aborsi.

“Tersangka ER hanya berani melakukan paktek aborsi janin berusia dibawah 8 minggu, dengan tarif Rp 5 juta,” katanya.

Dijelaskan Yusri, dari bayaran Rp 5 juta tersebut, ER mendapat bagian sebesar Rp 3 juta, sedangkan calo aborsi menerima Rp 2 juta. Selama buka praktek aborsi telah terkumpul uang sebesar Rp 39.400.000.

Petugas menjerat tersangka dengan Pasal 194 jo Pasal 75 ayat (2) UU Nomor 36 tentang Kesehatan dengan ancaman 10 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar. Kemudian Pasal 77A jo pasal 45A UU Nomor 35 tentang perubahan atas UU Nomor 35 tentang Perlindungan Anak. fer

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *