Satu Oknum Jaksa Diduga Berbuat ‘Nakal’ Tangani Kasus Penganiyaan Ibu dan Anak di Gowa

Gowa – Di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, saat ini terendus dugaan perbuatan ‘nakal’ satu oknum jaksa yang sehari-hari bertugas di Kejaksaan Negeri Gowa.

Perbuatan ‘nakal’ oknum jaksa tersebut dilakukan saat menangani kasus penganiayaan seorang ibu berinisial NN dan anaknya yang masih di bawah umur oleh tetangganya. Anak yang turut dianiaya bahkan mengalami pendarahan di kornea matanya.

Bacaan Lainnya

Penganiayaan tersebut terjadi pada 30 Mei 2022, sekitar pukul 19:30 WITA dan sempat viral di media sosial.

Proses kasus penganiayaan itu sendiri saat ini sudah sampai di pembaan tuntutan. Nah di titik ini, oknum jaksa yang diduga berbuat ‘nakal’ itu menuntut terdakwa penganiayaan hukuman satu tahun delapan bulan penjara.

Pasal yang dikenakan juga berlapis yakni Pasal 80 ayat 1 juncto Pasal 76 juncto Pasal 351. Pun begitu, seperti diutarakan kuasa hukum korban, Arny Yonathan SH, oknum jaksa dimaksud anehnya juga kuat terkesan malas mengonfirmasi perkembangan kasus yang ditangani.

“Ditambah lagi juga muncul dugaan kuat si oknum coba memaksa NN agar mencabut laporan dan berdamai dengan pelaku yang menjanjikan iming-iming uang sebagai bentuk kompensasi kasus tak dilanjut,” papar Arny.

Dilanjutkannya lagi, selain di persidangan dugaan perbuatan ‘nakal’ juga dilakukan oknum jaksa kepada NN selaku korban. NN mengaku diintimidasi dan dilecehkan harkat serta martabatnya sebagai perempuan.

Kepada sejumlah jurnalis di pengadilan, NN bahkan turut membeberkan kelakuan ‘nakal’ oknum jaksa tersebut sudah kuat terkesan mencemari Kode Etik dan Larangan Perilaku Jaksa yang tertuang dalam PERATURAN JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER–014/A/JA/11/2012 TENTANG KODE PERILAKU JAKSA.

Saat berita ini tayang, oknum jaksa dimaksud rupanya memilih sikap malas untuk kooperatif dengan insan pers. Sambungan telepon dan pesan Whatsapp yang dikirim cuma sebatas masuk centang dua tapi tak digubris. Padahal para awak media di Gowa sudah bersepakat menutup sementara inisial oknum jaksa tersebut di pemberitaan awal. *fen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.