Sadar Diri, Firli Bahuri Cabut Gugatan Kedua Praperadilan Melawan Polda Metro Jaya

Firli Bahuri.

Jakarta – Mantap. Mantan Ketua KPK Firli Bahuri akhirnya sadar diri dan mencabut gugatan praperadilan meski belum disidangkan. Gugatan praperadilan ini adalah yang kedua dilakukan Firli dengan terlapor Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak.

Gugatan pertamanya dengan terlapor Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Karyoto sudah kandas tak diterima hakim.

Seperti diketahui, Firli adalah tersangka kasus dugaan pemerasan atau gratifikasi atau suap terkait penanganan masalah hukum di Kementerian Pertanian semasa kepemimpinan Syahrul Yasin Limpo (SYL). Pengumuman dirinya sebagai tersangka diumumkan Polda Metro Jaya pada 22 November 2023.

Firli melawan penetapan ini dan mengajukan gugatan praperadilan melawan Kapolda Karyoto sebagai pimpinan tertinggi Polda Metro Jaya. Tapi gagal menang.

Pada 22 Januari 2024, Firli kembali mengajukan gugatan praperadilan. Cuma ini kali terlapornya adalah Dirreskrimsus Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak.

Dilansir SIPP Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Selasa (23/), gugatan tersebut telah teregister dengan nomor perkara 17/Pid.Pra/2024/PN JKT.SEL. Sidang perdana akan digelar Selasa, 30 Januari 2024.

“Klasifikasi perkara sah atau tidaknya penetapan tersangka,” tulis SIPP.

Dalam gugatan praperadilan kali ini, Firli menunjuk pakar hukum Tata Negara Fahri Bachmid sebagai kuasa hukumnya. Dan dalam pernyataannya Fahri mengatakan, praperadilan diajukan lagi karena hakim belum memutus apa yang menjadi substansi dalam praperadilan yang diajukan sebelumnya. Pihaknya meminta hakim untuk menguji dua alat bukti yang ada.

“Jadi yang diminta adalah menguji dua alat bukti terhadap penetapan pak Firli sebagai tersangka, kan belum dinilai secara substansial oleh hakim. Kedua, tindakan penyitaan sebagai tindak lanjut atau sebagai kebijakan dan perbuatan lanjutan dari penetapan yang bersangkutan sebagai tersangka berupa penyitaan dan sebagainya dianggap tidak sah, tidak prosedural,” papar Fahri kepada wartawan.

Dilanjutkannya, pihak Firli yakin penetapan tersangka dalam kasus dugaan pemerasan terhadap SYL tidak berdasarkan alat bukti yang sah. Selain itu, dia menyebut saksi yang diperiksa tidak relevan.

Fahri juga menyebut hakim PN Jaksel belum menilai secara mendalam gugatan yang ada hingga akhirnya amar putusan hakim menyatakan tidak menerima, bukan menolak gugatan. Hal itu menjadi alasan pihaknya kembali melayangkan praperadilan.

“Putusan pertama itu hakim belum menilai secara lebih mendalam. Akhirnya putusan itu bunyi amarnya bukan ditolak, tapi permohonan praper tidak diterima jadi istilahnya NO. Kalau NO belum menyelesaikan masalah pokok, sehingga dasar itu kami memperbaiki kembali permohonan praper dengan menyempurnakan apa-apa yang menjadi dasar majelis hakim praperadilan menolak permohonan yang pertama itu seperti itu,” dia menerangkan

Tapi rencana itu kini tinggal rencana. Firli sudah mencabut gugatan praperadilannya. Gugatan dicabut meski sidang perdana belum digelar.

“Iya, betul,” ujar pengacara Firli, Fahri Bachmid, saat dimintai konfirmasi, Jumat, (26/1).

Dia mengatakan, pencabutan gugatan dilakukan untuk melengkapi materi hukum. Dia juga mengaku akan mengkaji lebih lanjut terkait gugatan praperadilan yang ada.

“Lebih memperkaya aspek materi hukum serta substansi lainnya. Pertimbangan technicality serta substansial dari materi permohonan yang yang telah kami konstruksikan serta ajukan sebelumnya. Ada beberapa materi penting serta strategi teknis yang perlu dan penting untuk kami elaborasi lebih jauh, dengan memperhatikan kaidah-kaidah hukum yang ada,” urai Fachri.

“Materi praperadilan akan kami perkaya agar lebih elementer. Sehingga dengan demikian menjadi sesuai dengan kebutuhan serta kepentingan hukum diajukannya permohonan praperadilan oleh klien kami Pak Firli Bahuri,” sambungnya dalam pernyataan. Bembo

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *