Rutan Manna Gandeng Dinas Pendidikan, Warga Binaan Kini Bisa Raih Ijazah Paket A, B, dan C

Penandatanganan kerja sama dihadiri Kepala Bidang Pendidikan PAUD dan Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkulu Selatan, Yuliani, didampingi Kepala Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Trisna, beserta jajaran. Sementara dari pihak Rutan Kelas IIB Manna hadir Kepala Rutan Hannibal, S.Sos., M.Si., didampingi Kasubsi Pengelolaan Hastomo, S.E., dan Plh. Kasubsi Pelayanan Tahanan Yoke.Foto:ist

Manna,Topikonline.co.id – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Manna terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang berorientasi pada masa depan warga binaan. Salah satu langkah nyata diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Bidang Pendidikan PAUD dan Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkulu Selatan untuk penyelenggaraan Program Pendidikan Kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C.

Program tersebut membuka kesempatan bagi warga binaan yang sempat putus sekolah untuk menyelesaikan pendidikan dasar hingga menengah dan memperoleh ijazah yang diakui negara sebagai bekal saat kembali ke tengah masyarakat.

Penandatanganan kerja sama dihadiri Kepala Bidang Pendidikan PAUD dan Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkulu Selatan, Yuliani, didampingi Kepala Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Trisna, beserta jajaran. Sementara dari pihak Rutan Kelas IIB Manna hadir Kepala Rutan Hannibal, S.Sos., M.Si., didampingi Kasubsi Pengelolaan Hastomo, S.E., dan Plh. Kasubsi Pelayanan Tahanan Yoke.

Selain penandatanganan PKS, kedua belah pihak juga membahas langkah-langkah strategis guna memastikan program pendidikan kesetaraan dapat berjalan efektif. Kolaborasi ini diharapkan menjadi bagian dari upaya menekan angka putus sekolah sekaligus memberikan akses pendidikan bagi masyarakat yang tengah menjalani masa pembinaan.

Kepala Rutan Kelas IIB Manna, Hannibal, menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak setiap warga negara tanpa terkecuali, termasuk warga binaan pemasyarakatan.

“Melalui kerja sama ini kami ingin memastikan bahwa warga binaan tetap memperoleh hak atas pendidikan. Program Paket A, B, dan C diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia warga binaan sehingga mereka memiliki bekal yang lebih baik saat kembali ke tengah masyarakat,” ujar Hannibal.

Menurutnya, keberhasilan pembinaan tidak hanya diukur dari aspek keamanan, tetapi juga dari sejauh mana warga binaan memperoleh kesempatan untuk memperbaiki kualitas diri melalui pendidikan dan peningkatan kompetensi.

Senada dengan itu, Kepala Bidang Pendidikan PAUD dan Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkulu Selatan, Yuliani, menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh pelaksanaan pendidikan kesetaraan di lingkungan Rutan Manna.

“Pendidikan adalah hak seluruh warga negara tanpa terkecuali. Melalui kolaborasi ini, kami berharap warga binaan memiliki kesempatan yang sama untuk menyelesaikan pendidikannya, meningkatkan kompetensi, serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik setelah selesai menjalani pembinaan,” ungkap Yuliani.

Kerja sama tersebut menjadi bukti nyata sinergi antara Rutan Kelas IIB Manna dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkulu Selatan dalam membangun sumber daya manusia yang lebih berkualitas. Melalui akses pendidikan yang setara, warga binaan diharapkan tidak hanya memperoleh ijazah, tetapi juga memiliki peluang lebih besar untuk menjalani kehidupan yang produktif, mandiri, dan bebas dari pengulangan tindak pidana setelah kembali ke masyarakat.