Hukum  

Resmi, Keluarga Besar Koes Plus Larang T’Koes Bawakan Lagu Koes Plus

Keluarga besar Koes Plus resmi menyatakan larangan T'Koes Band membawakan lagu-lagu Koes Plus kepada wartawan di Te Balik Kopi, Jakarta Selatan, Kamis, (28/9) sore.

Jakarta – Keluarga besar Koes Plus resmi menyatakan larangannya terhadap T’Koes Band untuk membawakan lagu-lagu karya Koes Plus. Larangan ini berlaku baik untuk kepentingan komersil maupun non komersil.

Pelarangan T’Koes Band untuk membawakan lagu-lagu Koes Plus ini didasari atas ketersinggungan keluarga besar Koes Plus atas beredarnya video perbincangan antara seseorang yang diduga purnawirawan aparat dengan T’Koes Band. Video tersebut dinilai sudah menjatuhkan harkat dan martabat nama besar Koes Plus.

“Pelarangan ini bukan semata-mata soal royalti, tapi lebih kepada etika, tata krama dan sopan santun pihak band pelestari Koes Plus, dalan hal ini T’Koes Band terhadap nama besar dan nama baik para orangtua kami sebagai salah satu band legendaris di Indonesia,” kata David Koeswoyo, anak dari mendiang Yon Koeswoyo kepada wartawan di Tebalik Kopi, Jakarta Selatan, Kamis, (28/8) sore.

Sari Koeswoyo sebagai putri dari Yok Koeswoyo turut menambahkan, keputusan melarang T’Koes Band untuk membawakan lagu-lagu Koes Plus diharapkan bisa menjadi pembelajaran untuk semua, serta khususnya band-band pelestari di manapun berada di seluruh Indonesia, termasuk juga yang ada di luar negeri.

“Menyatakan bahwa keluarga besar Koes Plus melarang dan tidak memberikan izin kepada T’Koes Band untuk membawakan karya cipta dari keluarga besar Koes Plus,” tegas Sari Koeswoyo.

Sari juga menyebut, pihak keluarga Koes Plus sering mendapatkan rekam jejak pernyataan T’Koes bahwa band itu sudah melakukan perjanjian verbal dengan para member Koes Plus dan klaim-klaim lainnya.

“Mereka [klaim] adalah cucu-cucunya Koes, kan berarti itu anaknya kami? Mereka bukan anak kami,” cetus Sari jengkel.

Damon Koeswoyo, putra dari mediang Tonny Koeswoyo juga turut menimpali. Dia menegaskan bahwa larangan terhadap T’Koes Band membawakan lagu-lagu Koes Plus berlaku untuk selamanya. Tidak ada lagi jalan untuk coba berdamai atau mendapatkan jalan keluar alternatif.

“Keputusan keluarga besar Koes Plus terhadap T’Koes Band sudah final. Tidak akan ada lagi jalan buat mereka untuk berupaya rekonsiliasi dengan kami,” cetusnya.

Terkait hal ini, ada baiknya kita juga mengenal T’Koes sebagai band yang terkena larangan tersebut. T’Koes Band didirikan oleh seorang penggemar berat Koes Plus, Agusta Marzall. Dia memperkenalkan band T’Koes ke publik pada tahun 2007. Nama T’Koes bermakna “Terinspirasi Koes Plus”.

Agusta tidak memiliki hubungan darah atau kekerabatan apa pun dengan para personel Koes Plus. Namun, semasa kecilnya, Agusta kerap menonton latihan band legendaris itu.

Saat ini, Agusta merupakan penabuh drum T’Koes, sementara para personel lain, yakni Ghali Marzall, Jaru Marzall, dan Jim Marzall, adalah ketiga anak Agusta. Saat manggung, T’Koes tidak cuma membawakan lagu-lagu Koes Plus, tetapi juga beberapa tembang legendaris Indonesia.

Secara penampilan, T’Koes mengimitasi gaya Koes Plus, dengan rambut gondrong dan busana retro. Agusta mengatakan, ada filosofi di balik itu.

T’Koes juga memiliki karya musik sendiri. Pada 2015, T’Koes merilis album mini dalam format CD, namun hanya beredar di komunitas sekitar 30 ribuan kopi. T’Koes juga sempat memperkenalkan single  orisinalnya.  Bembo

Tinggalkan Balasan