Rapat Rutin di RS Dustira, Begini Arahan Pangdam III/Slw

CIMAHI – Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo, yang juga selaku Ketua Dewan Pengawas Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Rumah Sakit Dustira (Dewas PK BLU Rumkit Dustira), hadir pada acara rapat rutin Triwulan I Tahun Anggaran 2022 dengan didampingi penanggungjawab Karumkit TK II Dustira Kolonel Ckm Bayu Dewanto, di RS. TK II Dustira Kota Cimahi, Jalan dr. RS. Dustira kelurahan Baros, kecamatan Cimahi Tengah, kota Cimahi, Jawa Barat.

Kegiatan tersebut dibenarkan Kapendam III/Slw Kolonel Inf Arie Tri Hedhianto, seusai melaksanakan Shalat Tarawih di Masjid Al-Ikhlas Makodam III/Slw, Jalan Aceh No. 69 Kota Bandung, Jabar, Rabu (6/7/2022).

Bacaan Lainnya

Kolonel Inf Arie Tri Hedhianto mengatakan, kehadiran Ketua Dewas PK BLU Rumkit Dustira Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo sangat diperlukan. Pasalnya, salah satunya memiliki tugas dan wewenang dalam pembinaan dan pengawasan non teknis perumahsakitan secara internal di rumah sakit. Selain itu juga, diantaranya bertugas ikut menentukan arah kebijakan, menyetujui dan mengawasi pelaksanaan rencana strategis, menilai dan menyetujui pelaksanaan rencana anggaran rumah sakit.

Dalam kesempatan tersebut, Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo mengungkapkan, bahwa Rumah Sakit Dustira adalah Rumah Sakit Militer, selain mempunyai nilai yang cukup tinggi dinamisasinya, sekaligus juga kontinjensinya. Sehingga perlunya merumuskan dana belanja modal barang, pemeliharaan serta dana kontijensi yang sifatnya operasional lebih kepada perbantuan kepada pemerintahan daerah, dimana selama ini TNI ini bekerja duluan.

Terkait penataan manajemen Rumah Sakit, dikatakan Mayjen Kunto terlebih dahulu harus dibangun dari sisfonya Rumah Sakit itu sendiri. Kodam III/Slw sudah membangun prosedur mekanisme (prosmek), sehingga Rumah Sakit tinggal menginput data di masing-masing bagian, jadi mempunyai link tersendiri, input data dari proggar sampai progres segala macam sudah ada, bisa ditracking, dianalisis, untuk dijadikan acuan rumusan feedback dalam perumusan rencana berikutnya.

“Benahi manajemen organisasi, gunakan sistem komunikasi Kodam melalui tata kelola aplikasi yang ada, juga bukan hanya uang, namun, dari laporan progres itu akan terukur menjadi capaian juga menjadi usulan, Kodam juga sedang membenahi peluang apa yang bisa dimanfaatkan menjadi potensi Satker,” ujarnya.

Selain itu, disampaikan Mayjen Kunto dengan prosmek akan terukur capaian progres kerja dan personel dilihat dari aspek organisasi Rumkit, orangnya dari mulai kualifikasinya, pengalaman dinasnya kemudian kesehatannya, sumber daya manusianya yang sudah sertifikasi profesi maupun yang belum akan terukur. Termasuk sarana prasarana kesehatan yang perlu diperbaharui semuanya akan terukur.

Sementara dalam pengembangan sarana pelayanan kesehatan, Kodam akan memanfaatkan bangunan yang menjadi aset Kodam, nantinya para dokter yang mempunyai lab, punya tenaga ahli, analisa Farmasi bisa buka poli-poli dapat menggunakan bangunan tersebut.

Di akhir arahannya mengingatkan kepada para dokter, terutama dokter militer wajib menjalankan perannya baik sebagai dokter militer maupun sebagai pelayanan di Rumkit Umum dan Rumkit Militer serta harus menjalankan tugas dalam operasional perbantuan kontijensi TNI.

“Ini yang kita harus wadahi, yaitu fleksibiltas tugas tata administrasinya yang akan berdampak ada nilai operasional lebih optimal, kita harus bikin frame koridornya, yaitu yang pertama dari Sisfonya, kedua pengembangan bangunannya, dan ketiga tenaga kesehatannya serta anggarannya,” pungkasnya. *fer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.