Jakarta – Pria Asal Sumsel Konsultan Pajak Masuk Daftar Seleksi Capim KP
Sebanyak 104 peserta Calon Pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinyatakan bakal mengikuti tes psikologi yang dijadwalkan pada Senin 28 Juli 2019.
Berbagai bidang profesi dan status pekerjaan yang disandang peserta akan bersaing untuk tahap selanjutnya.
Dari 104 yang bakal mengikuti test psikologi ada tercantum nama sosok Pria asal Palembang-Sumatera Selatan (Sumsel) Wandestarido S.E.
Meski tak lebih terkenal dari peserta lainnya, namun b erbekal pengalaman yang dimiliki selama 18 tahun dibidang keuangan dan sebagai konsultan pajak, Wandestarido merasa yakin mencoba melamar mengikuti bursa calon pimpinan di lembaga antirasuah ini.
Ketertarikan minat Wandestarido menjadi salah satu calon pimpin KPK bermula dari membaca salah satu halaman di Sekretariat Negara pembukaan seleksi calon pimpinan KPK dengan beberapa kriteria sesuai dengan Undang-Undang KPK.
“Setelah saya pelajari kualifikasinya saya yakin dengan niat baik bisa masuk,” ujarnya.
Lebih lagi, dikatakan dengan bermodal pengalaman selama 18 tahun di bidang keuangan dan berprofesi sebagai konsultan pajak sudah cukup bisa bersaing dengan peserta lain.
Kehadiran Wandestarido yang saat ini memimpin Kantor Konsultan Pajak Wandestarido S.E Ak, Pimpinan Kantor Akuntan Publik Wandestarido CPA dan Pimpinan Kantor Jasa Akuntan Wandestarido CA dikarenakan salah satunya juga ada dukungan kuat dari keluarga, yakni istri.
Karena itulah Ia yang juga sebagai dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi [STIE] Mulia Darma Pratama di Palembang, Wandestarido S.E M.Si, Ak,Ca, BKP, CPA mengikuti seleksi pimpinan ketua KPK 2019-2023.
Ditemui di kantornya di Pelembang, Kamis, (25/7), Wandestarido yang didampingi istri, Rika Novyanti mengatakan, salah satu orang yang memberikan keyakinan terhadap dirinya untuk bisa masuk di lembaga anti korupsi ini adalah istri.
Ia tak ragu bahwa istrilah yang selama ini mensuport terkait profesi yang selama ini digeluti. “Dari awal kami menjadi satu dengan pernikahan soal profesi saya selalu di suport.
Istri juga yang pertama kali saya beritahu bahwa saya akan mengikuti seleksi pimpinan KPK Alhamdulilah sampai sejauh ini selalu setia menemani dan mendampingi,”ujar pria yang akrab dipanggil Edo.
Saat memasuki lamaran, ungkapnya jumlah peserta yang mendaftar sebagai calon KPK sebanyak 376.
Meski banyaknya peserta yang mendaftar Ia tetap yakin. Dari tahap seleksi administrasi yang lolos ada 192 orang yang kemudian terang Edo, selanjutnya diadakan uji kompetensi dari 192 orang tersisa 188 orang yang bisa mengikuti Uji Kompetensi dan empat orang ini tidak bisa mengikuti dengan alasan-alasan tertentu
“Nah dari pengumuman hasil Uji Kompetensi lolos ada 104 orang Alhamdulilah salah satunya ada nama saya di urutan ke 100 itu nomor cantik,” kata Edo sambil tersenyum.
Edo berharap pada Senin 28 juli ini saat mengikuti psiko test di Jakarta tidak ada hambatan.
“Saya dengar dari 104 ini akan diambil sekitar 50 atau 30 orang info nya masih simpang siur, semua Pansel yang menentukan. Kita hanya mengikutin aja,”ungkapnya.
Di bulan September, katanya Pansel akan menyerahkan 10 nama-nama yang telah lolos berbagai seleksi kepada Presiden Jokowi selanjutnya nanti Presiden Jokowi akan menyerahkan 10 nama-nama ini ke DPR RI,”katanya.
Ia katakan bahwa perjalanan masih panjang karena ada uji public, wawancara, Profil Assesment,”tambah bapak tiga orang anak ini.
Saat ditanya ketertarikannya megikuti Capim, diakui Edo, selama hidupnya khusus di dalam lingkup diperkerjaan yang dipegang saat ini telah berbuat andil walaupun masih berbentuk mikro dalam negara ini.
Di dunia konsultan yang merupakan pajak mitra dari Dirjen Pajak sebagai akuntan publik, katanya sudah sering melakukan audit di perusahaan-perusahaan atau di kelembagaan pemerintah tapi dengan keikutsertaan dirinya di bursa antirasuah ini Edo ingin bekerja lebih spesifik dan total membantu negara ini, paling tidak, katanya meminalisir tingkat korupsi di Republik ini.
Oleh karena itu, dengan mengangkat materi yang bertajuk Menggagas Akselerasi Peran Komisi Pemberantasan Korupsi Dalam Pencegahan Dan Pemberantasan Korupsi,
Ia siap bersaing dengan para kompetitor lainnya dan bisa menjadi bagian dari Komisi Pemberantasan Korupsi.
“Berkaca dari pimpinan KPK yang lalu Bapak Candra Hamzah saya optimis dari kalangan Profesi bisa menduduki kursi pimpinan KPK,”pungkas pria yang lahir di Kurungan Jiwa 5 maret 1977 dengan optimis.
“Meski begitu saya sadar semua usaha dan ikhtiar, saya serahkan kepada Allah SWT hanya Allah lah yang bisa mengabulkan usaha dan ikhtiar saya ini,”tamabah Edo mengakhiri sesi wawancara. wan












