Pengamat Kepolisian Irjen Pol Purn Sisno Adiwinoto Gemes dengan kritik dan Caci-maki Alvin Lim

Jakarta – Pengamat kepolisian Irjen Pol (Purn) Sisno Adiwinoto merasa gemes dengan kritik dan caci-maki pengacara LQ Indonesia Lawfirm, Alvin Lim.

“Polisi tidak anti kritik dan sudah semestinya kita semua tidak anti kritik. Polisi perlu segera berbenah diri, Polisi semestinya tidak perlu “menunggu bisa atau mampu” baru membongkar kasus-kasus yang disebutkan dalam video kritikan Alvin Lim,” ujar Sisno, dalam keterangan resminya kepada wartawan, di Jakarta, Minggu (11/9/2022).

Bacaan Lainnya

Menurut Irjen Pol (Purn) Sisno mantan perwira tinggi Polri yang juga sempat menjabat sebagai Kapolda Sulawesi Selatan ini, perbuatan apa saja yang dikritik segera dihilangkan, yang melanggar ditindak sesuai aturan pidana, kode etik ataupun aturan disiplin yang berlaku.

“Polri mesti brani segera lakukan bongkar kasus kasus yang disebutkan oleh Alvin Lim itu. Seandainya Polisi sekarang ini benar benar berani melakukan “bongkar” pasti bisa dan mampu,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sisno yang saat ini sebagai Ketua Penasihat Ahli Kapolri mengatakan, pernyataan Alvin Lim bila melanggar hukum, mesti dimintakan pertanggung jawaban dengan diproses sesuai ketentuan hukum perihal memfitnah dengan tulisan, menghina dengan tulisan dan seterusnya.

“Polisi dan Kapolrinya saja di maki-maki seperti itu, rasanya “gemes dan ngenes”. Untuk itu Polisi jangan menunggu termotivasi baru bergerak, tapi Polisi segeralah bergerak, maka Polisi pasti termotivasi. Kritik tidak mesti dengan caci-maki, begitu juga menegakkan hukum tidak mesti dengan melanggar hukum,” kata Sisno.

Setiap Polisi adalah pemimpin, tutur Penasihat ISPPI ini, karena memiliki diskresi yang melekat pada dirinya sebagai insan Bhayangkara Negara. Dalam rangka menerapkan dan mengendalikan diskresi tersebut diperlukan jiwa dan semangat STRONG LEADERSHIP bagi semua insan Polisi.

“Polri seyogyanya segera melakukan
fungsionalisme struktural semua fungsi Polisi dengan menempatkan sistem sosial termasuk Sistem hukum DI ATAS sistem Sistem Politik, sesuai pesan moral guru besar filsafat kepolisian SOEPARNO yang mengajarkan Polisi Politik,” ucap Sisno.

Disisi lain, Irjen Pol (Purn) Sisno Adiwinoto yang juga menjabat sebagai Penasihat KBPP Polri ini mengatakan, Polisi perlu memberi penghargaan kepada Alvin Lim atas kritikan yang katanya “Cinta Polisi”, dengan segala masukan dan makian yang berani itu. “Dan selanjutnya kita tunggu adanya Polisi Brani untuk “TANGKAP” Alvin Lim, karena sudah bisa patut diduga melakukan pidana ”ujaran kebencian dengan caci-makinya atau penyebaran fitnah” yang dilakukannya yang membuat imej negatif terhadap institusi Polri,” cetusnya.

Untuk itu, lanjut Sisno, Polri segera membuat tim kerja untuk mempelajari unsur hukum dengan pemahaman sosiologi dan psikologinya, karena Polri sudah banyak punya sarjana pintar.

“Perlu pelajari kata-katanya sudah berapa kali dan berapa banyak kata kata Alvin Lim mengucapkan Polisi dan bukan “oknum polisi”, itu kan “reifikasi” menyamaratakan oknum polisi menjadi semua anggota polisi, bila perlu melibatkan ahli bahasa yang faham benar masalah ini, khususnya tentang “fallacy” kekeliruan dalam kontek, Alvin Lim telah melakukan kekeliruan dan kemungkinan sudah melanggar hukum pidana yang diatur dalam KUHP maupun UU-ITE,” jelasnya.

“Perlu juga kita pahami bahwa peretasan data pribadi itu adalah perbuatan pidana, dan Data yang diperoleh secara ilegal tidak bisa dijadikan barang bukti. Kita berharap semoga Polisi perlu segera bertindak proporsional dan profesional atas kritik dan makian Alvin Lim tersebut,” ujar Irjen Pol Purn Sisno Adiwinoto mengakhiri keterangan resminya. *ferrynainggolan 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.