Kejati Kalbar Sita Uang 3 Miliar bersama Motor dan Mobil dari Tersangka AF

PONTIANAK – Tim dari Kejaksaan Tinggi Kalbar berhasil menyita uang tunai sebesar Rp 3 Milyar Rupiah, satu mobil dan satu sepeda motor dari tersangka dugaan korupsi di salah satu Bank BUMN, di kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Kepala Kejaksaan Tinggi Kalbar, Masyhudi mengatakan, penyitaan dilakukan tim penyidik Tindak Pidana Khusus Kejati Kalbar dari hasil penggeledahan di beberapa lokasi terkait dugaan korupsi Dana Pendapatan Bunga dan Pinalty, pada salah satu Bank BUMN di kabupaten Ketapang Kalimantan Barat dengan tersangka berinisial AF yang bertugas sebagai CS (Customer Servis), untuk mengembalikan kerugian negera yang telah di korupsi oleh tersangka AF.

Bacaan Lainnya

“Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejati Kalbar, dalam tahap penyidikan pada Senin, Selasa dan Rabu (21, 22 dan 23 maret 2022), melakukan penggeledahan di beberapa lokasi terkait dugaan korupsi Dana Pendapatan Bunga dan Pinalty, pada salah satu Bank BUMN di daerah Ketapang Kalbar atas nama tersangka inisial AF,” ujar Masyhudi, dalam pernyataan resminya, Jumat (25/3/2022).

Mantan Kajati Yogyakarta ini menjelaskan, penyidik juga berhasil menyita uang sebesar Rp 3.054.000.000,- (Tiga Milyar Limapuluh empat Juta Rupiah) serta 1 (satu) unit sepeda motor dan 1 (satu) unit mobil Mitsubishi Xpander Cross.

Mantan Wakajati DKI Jakarta ini juga menyatakan pihaknya akan terus mengejar aset-aset tersangka dan kita juga meminta dukungan dari masyarakat jika mengetahui harta kekayaan tersangka yang lain untuk menginfokan kepada Kejati Kalbar.

Masyhudi menyampaikan, pengungkapan perkara ini sebelumnya merupakan hasil kolaborasi antara Kejati Kalbar dengan salah satu Bank BUMN.

Berawal dari informasi bahwa pada posisi 31 Januari 2022 pada Bank tersebut dalam keadaan rugi padahal dalam asumsi Bank tersebut seharusnya dalam keadaan laba.

Dari hasil pemeriksaan ternyata terdapat anomali saldo abnormal di rekening Pendapat Bunga Kredit NP Kupedes-Ph3 AC dan Pendapatan Denda Non Program.

“Akibat perbuatan tersangka AF, mengakibatkan kerugian Keuangan Negara sekitar Rp.6.128.096.537,” lanjut Masyhudi.

Tersangka dikenakan Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 jo Pasal 18 UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI No. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman pidananya minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun dan denda paling sedikit 200 juta rupiah dan paling banyak 1 miliar rupiah.

Penyidikan ini masih akan terus berlangsung untuk mengungkapkan, apakah ada orang lain yang bekerjasama dengan tersangka.

“Kejaksaan akan terus tegas dalam penegakan hukum terutama korupsi agar perekonomian Indonesia menjadi lebih baik, terutama Lembaga pengelola keuangan,” pungkasnya. *fery

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.