Kasus Pembunuhan Imam Masykur, Terdakwa Praka RM, Praka HS dan Praka J Dituntut Hukuman Mati

Sidang kasus oembunuhan Imam Masykur dengan terdakwa Praka RM, Praka HS dan Praka J memasuki agenda pembacaan tuntutan oleh Oditur Militer. Ketiga terdakwa dituntut hukuman mati.

Jakarta – Sidang kasus pembunuhan berencana yang dilakukan terdakwa, Praka RM, Praka HS dan Praka J terhadap Imam Masykur memasuki agenda pembacaan tuntutan oleh Oditur Militer. Sidang digelar di Ruang Sidang Garuda, Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Jalan Raya Penggilingan 7 Cakung, Jakarta Timur, Senin, (27/11).

Pembacaan tuntutan terhadap ketiga terdakwa disampaikan Oditur Militer Letkol Chk Upen Jaya Supena dan Letkol Laut (KH) I Made Adnyana. Sementara sidang yang digelar secara terbuka untuk umum ini dipimpin Hakim Ketua Kolonel Chk Rudy Dwi Prakamto dan anggota, Letkol Chk Idolohi dan Mayor Chk Kum Aulisa Dandel.

Dari penasihat hukum para terdakwa, hadir Mayor Chk Manang Kapten Chk Budianto dan Lettu Chk Amril Harahap.

Dalam tuntutannya, Oditur Militer menyatakan perbuatan para terdakwa dilatar belakangi motif ekonomi. Sementara hal yang memberatkan ketiga terdakwa adalah perbuatan yang bertentangan dengan undang-undang dan melanggar Sapta Marga dan 8 Wajib TNI.

Perbuatan ketiga terdakwa juga nilai sudah mencemarkan nama baik kesatuan. Bab-bab perbuatan para terdakwa jauh dari rasa kemanusiaan dan tidak manusiawi karena telah sampai hati melakukan pembunuhan.

“Perbuatan para terdakwa meninggalkan luka yang mendalam bagi orang tua korban. Hal-hal yang meringankan nihil,” tegas Oditur Militer.

“Para terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana secara bersama-sama melakukan pembunuhan berencana sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 340 KUHP jo Pasal 55 (1). Juga telah bersama-sama melakukan penculikan sebagai mana diatur dan diancam dalam Pasal 32 KUHP jo Pasal 55 (2) 1, 2.”

“Majelis Hakim agar menentukan hukuman kepada para terdakwa berupa: Terdakwa 1 (RM) dengan pidana pokok pidana mati, pidana tambahan dipecat dari Dinas Militer cq. TNI AD. Terdakwa 2 (HS) dengan pidana pokok pidana mati, pidana tambahan di pecat dari dinas militer cq. TNI AD. Terdakwa 3 (J) dengan pidana pokok pidana mati, pidana tambahan di pecat dari dinas militer cq. TNI AD,” sambung Oditur Militer dalam paparan tuntutannya.

Usai pembacaan tuntutan, Hakim Ketua lalu memerintahkan para terdakwa untuk berbicara dengan penasihat hukum untuk menyiapkan pledoi (pembelaan).

Selanjutnya Hakim Ketua memutuskan sidang akan dilanjutkannpada bulan Desember.

“Sidang akan dilanjutkan pada hari Senin, 4 Desember 2023, dengan mendengarkan pledoi penasihat hukum,” kata Hakim Ketua mengakhiri sidang. Bembo

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *