Hankam  

Kasad Bangun 11 Jembatan Gantung di Aceh, Kasad: Simbol Hadirnya Negara untuk Rakyat

Aceh,Topikonline.co.id– Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Maruli Simanjuntak meresmikan 11 jembatan perintis (gantung) yang dibangun Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat di sejumlah wilayah Provinsi Aceh. Pembangunan jembatan tersebut ditujukan untuk membuka kembali akses transportasi masyarakat yang sebelumnya terisolasi akibat kerusakan infrastruktur pascabencana hidrometeorologi.

Peresmian ini menjadi bagian dari langkah percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana yang melanda sejumlah daerah di Aceh dalam beberapa waktu terakhir. Dalam kurun sekitar 2,5 bulan, TNI AD tercatat telah merampungkan pembangunan 218 jembatan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk 11 jembatan gantung di Aceh.

Kasad menegaskan bahwa jembatan yang dibangun tidak sekadar berfungsi sebagai penghubung wilayah, tetapi juga menjadi simbol nyata kehadiran negara di tengah masyarakat yang terdampak bencana.

“Jembatan bukan sekadar infrastruktur fisik, tetapi simbol hadirnya negara untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap berjalan dan perekonomian rakyat dapat pulih,” ujar Maruli dalam keterangannya.

Sebelas jembatan gantung tersebut tersebar di sejumlah kabupaten di Aceh, antara lain Kabupaten Pidie Jaya di Desa Ara dan Desa Blang Awe, Kabupaten Aceh Utara di Sungai Lhok Kuyun, Gampong Teungoh, dan Blang Teurekan, Kabupaten Aceh Tamiang di Sungai Tamiang, serta Kabupaten Aceh Timur di Sungai Pante Kera.

Selain itu, pembangunan juga dilakukan di Kabupaten Pidie tepatnya di Desa Baro Yaman, Kabupaten Aceh Barat di Kajeung, Kabupaten Aceh Tenggara di Kali Alas, serta Kabupaten Aceh Tengah di kawasan Burni Bius.

Keberadaan jembatan-jembatan tersebut diharapkan mampu mempermudah mobilitas masyarakat, terutama untuk menjangkau fasilitas vital seperti sekolah, pasar, layanan kesehatan, hingga pusat aktivitas ekonomi di wilayah pedesaan.

Program pembangunan jembatan ini sekaligus menjadi bentuk dukungan TNI AD terhadap pemerintah daerah dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana, sekaligus memastikan masyarakat memiliki akses transportasi yang lebih aman, layak, dan berkelanjutan.