Jelang Mubes XIII, TP Sriwijaya Perkuat Konsolidasi Organisasi di Banten

Ketum TP Sriwijaya Sudirman dan sekjen Yahya MAS serta Para pengurus pengda Banten dan pengurus TP Sriwijaya pusat seusai musda..foto:ist

Tangerang,Topikonline.co.id – Organisasi Tenaga Pembangunan (TP) Sriwijaya terus memperkuat konsolidasi menjelang pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) XIII yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Juni 2026 di Hotel Redtop, Jakarta. Salah satu langkah strategis dilakukan melalui Musyawarah Daerah (Musda) TP Sriwijaya Provinsi Banten yang digelar di Hotel Sol Marina, Jatake, Tangerang, Banten, Selasa (16/6/2026).

Musda tersebut menjadi momentum penting bagi organisasi masyarakat asal Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) yang saat ini memiliki cakupan wilayah lima provinsi, yakni Sumatera Selatan, Lampung, Jambi, Bengkulu, dan Kepulauan Bangka Belitung.

Berdasarkan data BPS Semester II Tahun 2025, jumlah penduduk di lima provinsi tersebut mencapai sekitar 26,14 juta jiwa. Sementara itu, jumlah perantau asal Sumbagsel yang bermukim di wilayah Jabodetabek diperkirakan menembus 1,08 juta jiwa, menjadikan TP Sriwijaya sebagai salah satu organisasi kedaerahan terbesar dengan basis massa yang luas.

Ketua Umum PP TP Sriwijaya periode 2021–2026, Dr. H. Sudirman D. Hury, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa pembentukan kepengurusan TP Sriwijaya di Banten telah menjadi cita-cita organisasi sejak Provinsi Banten resmi berdiri pada tahun 2000.

Menurutnya, berbagai upaya pembentukan kepengurusan daerah sempat dilakukan sejak periode 2011–2016 melalui pemberian mandat kepada sejumlah tokoh asal Sumbagsel di Banten. Namun, hingga kini kepengurusan definitif belum pernah terbentuk secara nyata.

“Menjelang Mubes XIII, konsolidasi organisasi menjadi keharusan. Pengurus daerah yang pernah dibentuk namun belum aktif perlu diperkuat agar dapat berperan sebagai delegasi dalam forum Mubes yang merupakan lembaga tertinggi organisasi,” ujar Sudirman.

Musda tersebut akhirnya menetapkan secara aklamasi H. Zulkarnaen, SE sebagai Ketua TP Sriwijaya Provinsi Banten. Dalam kesempatan yang sama juga dibentuk badan otonom organisasi, Srikandi TP Sriwijaya Banten, dengan memilih Shendy Arista Fury, S.Sos. sebagai ketua.

Selain Sudirman D. Hury, kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal TP Sriwijaya Yahya Maya Sakti, serta jajaran pengurus pusat lainnya. Hadir pula mewakili Gubernur Banten, Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM Nana Supiana, serta Kasat Intelkam Polres Metro Tangerang Kota Kompol Doni Abdurohim.

Sudirman menegaskan, kepengurusan baru TP Sriwijaya dan Srikandi TP Sriwijaya Banten diharapkan mampu menjadi wadah pemersatu masyarakat Sumbagsel di perantauan sekaligus menjalin sinergi dengan pemerintah daerah.

“Kami berharap pengurus yang baru dapat menjalankan amanah organisasi dengan penuh dedikasi, mengedepankan persatuan, serta membangun kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Banten sehingga keberadaan TP Sriwijaya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya warga asal Sumatera Bagian Selatan,” tegasnya.

Pelaksanaan Musda Banten dinilai menjadi tonggak penting bagi penguatan struktur organisasi menjelang Mubes XIII TP Sriwijaya yang akan memilih ketua umum baru, menyusul keputusan Sudirman D. Hury untuk tidak kembali mencalonkan diri setelah memimpin organisasi selama satu periode.