Metro  

Ditlantas Polda Metro Amankan 115 Travel Gelap, Penumpangnya Diantar ke Terminal

Semanggi – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menghadirkan sebanyak 115 mobil travel gelap yang hendak melakukan perjalanan dari Jakarta ke wilayah Jawa, dalam acara jumpa pers. Mobil tersebut diamankan sejak Selasa (27/4) hingga Rabu (28/4).

“Selama kurun waktu dua hari sejak tanggal 27-28 Mei 2021, polisi mengamankan sebanyak 115 kendaraan travel gelap yang tidak memiliki izin trayek dan menyalahi izin atau tidak sesuai tujuan,” ujar Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo, kepada wartawan, di Mapolda Metro, Jakarta, Kamis (29/4/2021).

Pengamanan mobil atau travel itu dilakukan untuk memutus penyebaran virus corona atau Covid-19.

Adapun 115 mobil travel yang diamankan tersebut, dengan rincian minibus atau elf sebanyak 64 unit dan mobil penumpang perorangan sejumlah 51 unit, dengan tujuan Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Lampung.

Penindakan terhadap travel gelap ini, lanjut Sambodo, dilalukan melalui hunting sistem patroli siber dalam artian melaksanakan patroli di jalur-jalur jalan, baik arteri, jalan tol maupun jalur tikus yang ditengarai sering dilewati travel gelap.

“Kami juga melaksanakan patroli siber untuk melihat, meneliti dan memahami pergerakan para travel gelap ini. Karena sebagian dari mereka ini mengiklankan jasanya melalui media sosial,” katanya, didampingi Kabid Humas Polda Metro Kombes Pol Yusri Yunus.

Menurut Sambodo, seluruh kendaraan travel gelap tersebut saat ini disita pihak kepolisian. Kemudian akan ada tindakan berupa sidang penilangan terhadap travel gelap yang dilakukan setelah Lebaran 2021.

“Mereka ini telah melanggar Pasal 308 UU Lalu Lintas Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan hukuman pidana maksimal dua bulan dan denda senilai Rp500 ribu,” tegasnya.

Sementara kepada para penumpang, tutur Sambodo, pihaknya memberikan pilihan untuk diantar kembali ke terminal atau uangnya dikembalikan.

“Penumpang diboyong ke Terminal Kalideres dan Kampung Rambutan untuk melanjutkan perjalanan ke kampung halaman. Kenapa di terminal, karena kalau di terminal ketika mereka berangkat mereka harus menjalani tes swab atau GeNose sehingga kemudian bagi yang non reaktif baru lah bisa melanjutkan perjalanan,” pungkasnya. fery

Tinggalkan Balasan