Bekasi,Topikonline.co.id– Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, kembali melakukan peninjauan langsung kesiapan layanan kunjungan Idulfitri 1447 Hijriah di sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal, aman, dan tertib selama momen hari raya.
Pada Kamis (19/3), Mashudi menyambangi tiga UPT di wilayah Jawa Barat, yakni Lapas Kelas IIA Bekasi, Rutan Kelas I Depok, dan Lapas Kelas IIA Cibinong. Peninjauan difokuskan pada kesiapan layanan kunjungan bagi warga binaan, yang diprediksi meningkat signifikan saat Idulfitri.
Dalam sidak tersebut, Mashudi menekankan pentingnya alur layanan yang jelas dan efisien, kesiapan sarana dan prasarana, serta penguatan aspek pengamanan. Tak hanya itu, pengawasan terhadap barang bawaan pengunjung juga menjadi perhatian utama guna mencegah potensi gangguan keamanan.
Untuk memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai standar operasional, jajaran petugas juga melaksanakan simulasi layanan kunjungan. Simulasi ini bertujuan menguji kesiapan lapangan agar layanan tetap kondusif meski terjadi lonjakan pengunjung.
“Berikan pelayanan prima kepada masyarakat, khususnya layanan kunjungan Idulfitri. Terima setiap keluhan dan saran sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan,” tegas Mashudi.
Selain layanan kunjungan, Dirjenpas turut meninjau fasilitas dapur sehat di masing-masing UPT. Ia mengingatkan pentingnya menjaga standar higienitas dalam pengolahan makanan, terutama untuk hidangan berbuka puasa bagi warga binaan.
“Pastikan makanan diolah secara higienis dan penyajian sesuai menu yang telah ditetapkan,” tambahnya.
Sebelumnya, pada Rabu (18/3), Mashudi juga melakukan pemantauan serupa di wilayah Daerah Khusus Jakarta, meliputi Rutan Kelas I Cipinang, Lapas Kelas I Cipinang, Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta, Lapas Perempuan Kelas IIA Jakarta, serta Rutan Kelas I Pondok Bambu.
Rangkaian peninjauan ini menjadi sinyal kuat komitmen Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam menghadirkan layanan publik yang humanis, profesional, dan berorientasi pada keamanan, khususnya di momentum krusial seperti Idulfitri.












