Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengangkat Irjen Pol Martuani Sormin sebagai Koordinator Staf Ahli (Koorsahli) Polri. Hal ini berdasarkan surat telegram Kapolri dengan nomor ST/318/II/KEP/2021 tertanggal 18 Februari 2021.
Irjen Pol Martuani Sormin menggantikan posisi Irjen Pol Nana Sudjana sebagai Koordinator Staf Ahli (Koorsahli) Polri. Sementara Irjen Nana Sudjana akan menjabat Kapolda Sulawesi Utara menggantikan Irjen Pol Panca Putra yang saat ini menjabat sebagai Kapolda Sumut.
Prestasi yang diraih Irjen Pol Martuani Sormin saat menjabat Kapolda Sumut selama 14 bulan 27 hari, menerima penghargaan sebagai tokoh peduli terhadap Majelis Ulama Indonesia Sumut tahun 2020 pada acara Musyawarah Daerah ke-IX tahun 2020, dan penghargaan dari KPU RI “Untuk Sumut Yang Aman”, selama gelaran pilkada serentak.
Selain itu Irjen Pol Martuani Sormin telah banyak menorehkan keberhasilan dan memperoleh penghargaan dari berbagai pihak dalam upaya mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Sumut.
Pada malam pisah sambut Kapolda Sumut, Jumat (12/3/2021), di Mapoldasu, Martuani menceritakan, selama menjabat sebagai Kapoldasu berbagai penindakan mulai dari kejahatan jalanan, kejahatan ancaman tinggi, kejahatan yang sangat meresahkan masyarakat narkotika telah dilakukan.
Ratusan gembong narkoba telah ditangkap dan puluhan orang terpaksa dikirim ke alam baka. Selain itu, Polda Sumut juga ikut terlibat dalam penanganan pandemi Covid-19.
“Dalam perjalanan itu banyak juga prestasi yang telah didapatkan. Sesuai dengan prinsip yang dianut Polri, bahwa setiap anggota yang berprestasi kami berikan reward, dan pelanggaran oleh anggota kami berikan punishment,” ujarnya kepada wartawan.
Dia mengakui, selama memimpin Polda Sumut, banyak anggota yang telah mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa. Namun dia tidak menampik beberapa anggota juga ada yang di PDTH (pecat dengan tidak hormat).
“Ini artinya dinamika operasional di Polda Sumut sangat dinamis,” jelasnya.
Martuani membeberkan, khusus masalah narkotika Polda Sumut adalah pemegang rekor tertinggi di Indonesia dalam hal penindakan. Begitu juga untuk perjudian, salah satunya adalah togel, meski masih ada tetapi secara prinsip telah ditindak tegas.
Salah satu hal yang luar biasa dan belum pernah terjadi, pelaksanaan Pilkada di 23 Kabupaten/kota di Sumut yang berjalan aman dan lancar, terkhusus di Kepulauan Nias yang aman kondusif.
“Makanya kami mendapatkan penghargaan dari KPU RI untuk Sumut yang aman,” bebernya.
“Jadi banyak hal yang sudah ditorehkan, dan banyak yang sudah kami raih prestasi termasuk (penanganan) coronavirus,” sebutnya.
Dalam kesempatan ini, Martuani menyampaikan permohonan maaf bila masih ada personel kepolisian yang melakukan penyimpangan dan yang melukai hati warga Sumut.
Selain itu, dia juga meminta maaf bila kinerjanya masih belum maksimal dalam memberikan jaminan Kamtibmas di Sumut.
Oleh karena itu, setelah resmi diangkat sebagai Koordinator Staf Ahli (Koorsahli) Polri, dia pun pamit kepada warga Sumut karena akan meninggalkan Polda Sumut. “Mohon doa restu, karena hari ini kami akan meninggalkan Sumut,” tandasnya.
Dikutip dari wikipedia, Irjen Pol Martuani Sormin merupakan perwira tinggi kepolisian kelahiran 30 Mei 1963 di Lobu Sonak, Lumban Sormin, Pangaribuan, Tapanuli Utara, Sumatera Utara.
Martuani Sormin lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1987, atau dikenal dengan ‘Angkatan Rekonfu’. Dan mendapat penugasan ke Aceh sebagai Pamapta Polres Aceh Tenggara tahun 1987, kemudian menjabat sebagai Kasat Sabhara Polres Aceh tahun 1988, Kapolsek Lawe Sigala-Gala tahun 1989, Kasat Reserse Narkotik Direktorat Reserse Polda Aceh tahun 1992.
Kepala Pusat Komando Pengendalian Operasi Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan tahun 1996, Kepala Kepolisian Sektor Metro Gambir Resor Metro Jakarta Pusat tahun 1998, Kepala Bagian Pengamanan Sandi Direktorat Intelijen dan Pengamanan Kepolisian Daerah Sumatera Selatan tahun 2002.
Sesudah itu Martuani menjabat sebagai Kepala Kepolisian Resort Musi Banyuasin tahun 2003, Wakil Kepala Kepolisian Kota Besar Palembang tahun 2006, Penyidik Utama Tk. III Direktorat III/Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri tahun 2007.
Pada 2010, Martuani menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung, lalu Direktur Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung tahun 2011, menjabat sebagai Analis Kebijakan Madya bidang Pideksus Bareskrim Polri tahun 2012.
Kemudian Martuani menjabat sebagai Kepala Biro Operasi Kepolisian Daerah Maluku tahun 2013, Kepala Biro Operasi Kepolisian Daerah Jawa Barat tahun 2014, Kepala Biro Operasi Kepolisian Daerah Metro Jaya tahun 2015, dan Widyaiswara Madya Sespim Lemdikpol tahun 2016.
Selanjutnya Martuani sebagai Kepala Biro Pengamanan Internal Divisi Profesi & Pengamanan Polri tahun 2016, Kepala Kepolisian Daerah Papua Barat tahun 2016, Kepala Divisi Profesi & Pengamanan Polri tahun 2017.
Kemudian, di tahun 2018 Irjen Martuani menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Papua, kemudian menjabat Asisten Operasi Kapolri tahun 2019, Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara tahun 2019, dan sekarang dipercaya menjabat sebagai Koordinator Staf Ahli Kapolri.
Saat terjadi ledakan bom dan serangan bersenjata api dari kelompok teroris di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, pada Januari 2016 lalu, Martuani Sormin yang ketika itu berpangkat Kombes Pol ikut melakukan penanganan cepat. Bahkan mobil dinas Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya itu sempat dilempar bom oleh Afif cs.
Sebanyak 22 peluru Martuani habis dalam penanganan aksi teroris itu. Yang lebih mengharukan, saat yang sama istrinya sedang dirawat di RSPAD Gatot Soebroto. nainggolan












