Buka Munas Dharma Pertiwi Ke-14, Panglima TNI: Dharma Pertiwi Jadi Inspirasi Istri Prajurit

Kelapa Gading – Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono membuka Musyawarah Nasional (Munas) Dharma Pertiwi (DP) ke-14 Tahun 2023, bertempat di Balai Samudera, Jln. Boulevard Barat Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (14/6/2023).

Dalam sambutannya, Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan bahwa Dharma Pertiwi harus selalu berupaya meningkatkan citra organisasi dengan mendorong anggotanya untuk mandiri dan tampil secara aktif di segala situasi. “Para anggota Dharma Pertiwi diharapkan dapat menjadi inspirasi dan solusi bagi istri prajurit TNI di tengah masyarakat terutama dalam mewujudkan keluarga yang sehat produktif dan inovatif,” ujarnya.

Diungkapkan Yudo, keunggulan sumber daya manusia bangsa Indonesia diawali dari rumah, dimana sebuah keluarga berinteraksi dalam menjalani kehidupan sehari-hari. “Disinilah pentingnya peranan Dharma Pertiwi dalam upaya mengingatkan para anggotanya agar selalu fokus dalam proses pendidikan dan keluarganya,” katanya.

Menurut Yudo, di era milenial saat ini di mana persaingan global yang diikuti perkembangan teknologi yang pesat menuntut peran aktif seorang ibu dalam membimbing generasi masa depan untuk menjadi pribadi yang handal serta berdaya saing tinggi.

Pada kesempatan Munas Dharma Pertiwi Ke-14 ini, Panglima TNI mengingatkan ibu-ibu istri prajurit TNI terkait masa-masa kegiatan politik tanah air yang akan memasuki pesta demokrasi Pemilu Presiden/Wakil Presiden, DPR, DPD dan Kepala Daerah yang pelaksanaannya pada tahun 2024 dan tahapannya sedang perlangsung.

“Ibu-ibu yang hadir supaya mengingatkan suaminya, karena mulai tahun ini masuk tahun politik dan supaya tidak terlibat dalam kegiatan-kegiatan politik praktis, memberikan fasilitas, tempat atau sarana dan prasarana milik TNI untuk digunakan sebagai sarana kampanye,” tegasnya.

Panglima TNI berpesan kepada peserta Munas DP agar mengingatkan anggota keluarga lainnya untuk selalu bijak dalam menggunakan media sosial, tidak menjawab atau memberikan statement yang bersifat memihak atau memberi dukungan dalam bentuk apapun kepada satu golongan atau partai politik manapun beserta pasangan calon yang diusung.

Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono juga mengimbau ibu-ibu dan keluarga prajurit yang telah memiliki hak pilih atau individu selaku warga negara dipersilakan nantinya digunakan sebagaimana mestinya. “Saya mengimbau agar tidak ada yang memberikan arahan atau paksaan dalam menentukan pilihannya kepada orang lain dan tolong junjung tinggi netralitas dalam pelaksanaan demokrasi tahun 2024 nanti,” tandasnya. *fer

Tinggalkan Balasan