Jakarta,Topikonline.co.id— Persiapan Halal Bihalal (HBH) masyarakat perantau Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) kian dimatangkan. Rapat strategis yang dipimpin langsung Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, digelar di rumah dinasnya di kawasan Widya Chandra, Jakarta Selatan, Minggu (19/4/2026).
Rapat ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Edward Candra, bersama sejumlah tokoh perantau seperti Tursandi Alwi, Iwan Assari, serta perwakilan Kantor Penghubung wilayah Sumbagsel.
Pertemuan tersebut menegaskan keseriusan penyelenggaraan HBH yang tahun ini hadir dengan konsep tak biasa: tanpa struktur kepanitiaan formal. Namun demikian, koordinasi lintas daerah dan semangat gotong royong menjadi fondasi utama.
“Bagi masyarakat yang ingin hadir, silakan mengurus undangan melalui kantor penghubung. Untuk yang di Jakarta bisa ke kantor penghubung masing-masing wilayah, sementara di daerah dapat melalui pemerintah daerah setempat,” ujar Iwan Assari usai rapat.
Ia menambahkan, sejumlah detail teknis, termasuk susunan acara, masih akan dimatangkan dalam rapat lanjutan yang dijadwalkan berlangsung pada 24 April di Palembang, sehari menjelang pelaksanaan.
Sementara itu, Tursandi Alwi sebelumnya menyoroti keunikan konsep HBH kali ini. Tanpa panitia, seluruh rangkaian kegiatan digerakkan oleh koordinasi antarperwakilan daerah.
“Ini yang unik, tidak ada panitia. Semua berjalan berdasarkan koordinasi dan gotong royong antar perwakilan daerah,” ujarnya pada 14 April lalu.
Kembalinya HBH perantau Sumbagsel juga membawa nuansa nostalgia. Agenda ini sempat menjadi tradisi besar di masa almarhum Taufik Kiemas, sebelum akhirnya vakum selama beberapa tahun.
Kini, dengan keterlibatan tokoh nasional dan pendekatan kolaboratif, HBH diharapkan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga memperkuat jejaring sosial dan solidaritas antarperantau.
Panitia memang tak dibentuk, namun pesan yang ingin ditegaskan justru lebih kuat: kebersamaan tak selalu harus diikat struktur, melainkan bisa tumbuh dari kesadaran kolektif dan rasa memiliki yang sama.












