Pakar Haji Yahya Maya Sakti Apresiasi Gus Irfan, Sebut Kepemimpinan Kementerian Haji Bersih dan Berintegritas

Jakarta,Topikonline.co.id — Pakar dan pengamat haji Yahya Maya Sakti mengapresiasi kinerja Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf atau yang akrab disapa Gus Irfan.

Yahya menilai kepemimpinan Gus Irfan menunjukkan perubahan mendasar dalam penyelenggaraan ibadah haji, terutama melalui integritas, etika, keterbukaan, serta kesediaan untuk terus belajar dan mendengarkan.

Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan haji tahun ini menjadi bukti kerja keras Menteri Haji bersama seluruh jajaran kementerian yang mampu menghadirkan penyelenggaraan dengan berbagai capaian positif dan mendapatkan apresiasi.

“Gus Irfan adalah sosok yang sangat bersih, tawadhu, dan menjaga integritas. Saya menyaksikan sendiri bagaimana beliau menjunjung tinggi etika. Saya mengategorikan Gus Irfan sebagai manusia yang langka di saat ini,” ujar Yahya.Sabtu 24/10/26

Ia menilai Kementerian Haji dan Umrah merupakan kementerian dengan karakter pekerjaan yang sangat dinamis dan kompleks. Penyelenggaraan haji membutuhkan kemampuan teknis tinggi, koordinasi lintas sektor, serta ketepatan dalam mengambil keputusan.

Karena itu, menurut Yahya, keberhasilan kementerian tidak hanya dilihat dari hasil pelaksanaan ibadah haji, tetapi juga dari bagaimana proses pelayanan dijalankan, tata kelola dipertahankan, dan berbagai potensi penyimpangan diminimalkan.

“Kalau kita melihat kekurangan dalam pelaksanaan, menurut saya sangat minim sekali kegiatan yang menyimpang. Ini tentu menjadi salah satu indikator positif dari kerja beliau bersama tim,” katanya.

Yahya juga memberikan apresiasi terhadap sikap Gus Irfan dan Wakil Menteri Haji dan Umrah yang dinilainya terbuka terhadap masukan, diskusi, serta evaluasi.

Ia melihat keduanya memiliki kemauan untuk terus belajar, mencermati persoalan teknis, mendengarkan berbagai pihak, dan memperdalam pemahaman demi meningkatkan kualitas penyelenggaraan haji.

“Alhamdulillah, beliau dan Pak Wakil Menteri mau belajar, mau mencermati, mendengar, berdiskusi, dan terus melakukan pendalaman. Saya melihat ini sebagai perubahan yang mendasar,” ungkapnya.

Lebih jauh, Yahya menegaskan dukungannya terhadap Gus Irfan sebagai Menteri Haji dan Umrah. Ia menilai karakter bersih dan integritas menjadi modal penting bagi seorang pemimpin dalam mengelola kementerian yang memiliki tanggung jawab besar terhadap pelayanan jutaan umat.

Menurutnya, penyelenggaraan haji merupakan pekerjaan yang sangat teknis dan membutuhkan kepemimpinan yang mampu menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan pelayanan berjalan optimal.

“Saya mendukung Pak Menteri. Ini kementerian yang superteknis, dengan tantangan yang sangat besar. Alhamdulillah, beliau memiliki integritas dan kebersihan dalam menjalankan amanah,” tegas Yahya.

Ia berharap capaian positif tersebut menjadi pijakan untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan haji, memperkuat tata kelola, serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan ibadah haji Indonesia.

Bagi Yahya, apresiasi terhadap Gus Irfan bukan semata-mata pujian personal, melainkan pengakuan terhadap kepemimpinan yang dinilai mampu membawa semangat perubahan dalam kementerian yang memiliki tanggung jawab besar terhadap umat.

“Ini perubahan yang mendasar. Saya melihat ada kesungguhan untuk bekerja, belajar, dan memperbaiki penyelenggaraan haji. Mudah-mudahan ke depan semakin baik,” pungkasnya.