Ekbis  

Kemendag Luncurkan Trade Corporate University, Siapkan SDM Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

Menteri Perdagangan Budi Santoso saat menyampaikan sambutan dalam acara peluncuran Trade Corporate University dan Cetak Biru Pengembangan SDM Perdagangan di Auditorium Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (2/9/2026). Foto: Istimewa
Menteri Perdagangan Budi Santoso saat menyampaikan sambutan dalam acara peluncuran Trade Corporate University dan Cetak Biru Pengembangan SDM Perdagangan di Auditorium Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (2/9/2026). Foto: Istimewa

TOPIKONLINE.CO.ID – Jakarta: Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso meluncurkan Trade Corporate University (Trade Corbu) dan Cetak Biru Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perdagangan sebagai upaya memperkuat kompetensi aparatur dalam menghadapi berbagai tantangan dan disrupsi di sektor perdagangan.

Peluncuran tersebut berlangsung di Auditorium Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta, Rabu (2/9/2026), bersama Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) M. Taufiq, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh dan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perdagangan.

Budi mengatakan, pengembangan Trade Corporate University merupakan bagian dari upaya Kemendag menyiapkan SDM unggul yang mampu mendukung pelaksanaan berbagai program pemerintah, khususnya di bidang perdagangan.

“Sekarang ini kita membutuhkan banyak kompetensi, kita membutuhkan SDM yang unggul untuk mendukung program-program pemerintah,” tutur Budi di Auditorium Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Menurutnya, pelatihan yang disiapkan melalui Trade Corporate University akan dikoordinasikan oleh BPSDM Perdagangan dan disesuaikan dengan kebutuhan organisasi serta perkembangan program pemerintah.

Budi menegaskan, pengembangan kompetensi SDM tidak boleh dilakukan secara kaku. Sebaliknya, program pelatihan harus bersifat adaptif agar mampu menjawab kebutuhan yang terus berkembang.

“Jadi kita terus berkembang, kita tidak secara struktural kaku tetapi kita organik sehingga program-program dapat berjalan sesuai kebutuhannya,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, SDM Kemendag ke depan tidak cukup hanya mengandalkan latar belakang pendidikan formal. Setiap pegawai juga perlu memiliki keahlian yang relevan dengan kebutuhan program dan tantangan perdagangan.

“SDM-nya tidak sekadar dia lulusan apa, tidak, tapi juga harus mempunyai keahlian. Nah, keahlian itulah yang kemudian dikembangkan melalui pengembangan Trade Corporate University ini,” kata dia.

Budi menyebut pengembangan Trade Corporate University juga sejalan dengan agenda utama Kemendag, yakni pengamanan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor, serta mendorong produk lokal untuk menembus pasar global.

“Jadi Trade Corporate University ini sebenarnya satu paket. Ketika kita membuat program maka dari hulu sampai hilir harus kita siapkan. SDM-nya juga harus disiapkan,” ucap Mendag.

Sementara itu, Kepala LAN M. Taufiq menyambut peluncuran Trade Corporate University dan Cetak Biru Pengembangan SDM Perdagangan sebagai langkah penting dalam mempersiapkan SDM menghadapi perubahan di sektor perdagangan.

Menurut Taufiq, sektor perdagangan merupakan salah satu sektor yang paling banyak mengalami disrupsi, mulai dari perubahan pasar dan perilaku konsumen, dinamika perdagangan global, geopolitik dan perang dagang, rantai pasok global, hingga perkembangan teknologi.

“Perdagangan adalah sektor yang salah satu yang paling terdisrupsi sehingga tentunya diperlukan manusia-manusia unggul yang mampu kemudian beradaptasi dengan disrupsi tadi,” papar Taufiq.

Ia menjelaskan, konsep corporate university tidak hanya berorientasi pada peningkatan kompetensi individu, tetapi juga membangun kapasitas dan kapabilitas organisasi agar mampu merespons berbagai perubahan.

“Trade Corporate University ini merombak cara belajar. Belajar tidak hanya kemudian kita bicara tentang kompetensi individu, tapi kapasitas atau kapabilitasnya organisasi,” ujarnya.

Taufiq juga menilai pengembangan SDM perdagangan tidak dapat hanya dilakukan oleh Kemendag. Sebab, urusan perdagangan berkaitan erat dengan berbagai kementerian/lembaga serta pemerintah daerah.

“Perdagangan tidak hanya urusan Kementerian Perdagangan, tapi juga kemampuan Kementerian Perdagangan dalam mengorkestrasikan kementerian dan instansi lainnya yang terkait dengan perdagangan seperti perindustrian, pertanian dan sebagainya, pemerintahan daerah juga,” kata Kepala LAN RI.

Karena itu, menurut dia, Trade Corporate University menjadi instrumen penting untuk meningkatkan kesiapan dan kemampuan kolaborasi antarinstansi dalam menghadapi berbagai disrupsi.

Selain itu, Taufiq menyoroti tantangan war of talent atau persaingan dalam mendapatkan talenta terbaik. Menurutnya, penguasaan talenta menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan daya saing perdagangan Indonesia.

“War of talent, perang talenta, bagaimana kita bisa memenangkan perdagangan karena kita menguasai talenta-talenta yang terbaik. Dan hari ini merupakan milestone yang sangat penting tidak hanya bagi Kementerian Perdagangan tapi juga bagi Indonesia,”tutur Taufiq.

Budi menambahkan, pengembangan Trade Corporate University akan dilakukan bersama kementerian/lembaga terkait, termasuk LAN, Badan Kepegawaian Negara (BKN), dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), untuk memetakan kebutuhan kompetensi yang diperlukan.

Dengan pengembangan tersebut, Kemendag berharap SDM perdagangan semakin adaptif dan mampu mendukung pencapaian berbagai program pemerintah hingga mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.