Kementeri Imipas Agus Andrianto Sebut Pembinaan di Lapas Bentuk Karakter dan Pemulihan Warga Binaan

TOPIKONLINE.CO.ID – JAKARTA: Kementeri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto mengatakan pembinaan di lingkungan pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan, tetapi juga diarahkan pada pembentukan karakter, pemulihan, dan reintegrasi sosial warga binaan.

Menurut Menteri Agus, keterlibatan anak binaan dalam kegiatan bersama menjadi bagian dari pendekatan pembinaan yang mengedepankan nilai kemanusiaan dan inklusivitas, dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dan pengawasan.

“Seluruh keluarga besar Kemenimipas antusias, termasuk anak binaan juga dilibatkan dalam kegiatan ini dan mengikuti lomba, namun tetap menggunakan gelang kaki sehingga keberadaan mereka tetap terkontrol. Inilah yang berusaha kita bangun, bahwa mereka juga manusia yang sama seperti kita,” ujar Menteri Imipas saat menghadiri rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia, Tangerang, Jumat (28/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, anak binaan dari Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Tangerang, turut dilibatkan dalam berbagai perlombaan tradisional bersama keluarga besar Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Menteri Agus mengatakan momentum peringatan kemerdekaan menjadi kesempatan untuk menumbuhkan semangat kebersamaan sekaligus memberikan ruang kepada warga binaan dan anak binaan untuk mengikuti kegiatan positif.

Melalui kegiatan tersebut, kata Agus, anak binaan tidak hanya mendapatkan pengalaman kebersamaan, tetapi juga dapat mengembangkan rasa percaya diri, sportivitas, disiplin, dan kemampuan bersosialisasi yang menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter.

“Pembinaan itu bukan hanya soal keamanan. Kita juga harus memberikan ruang bagi mereka untuk berkembang, membangun karakter, sehingga ketika kembali ke masyarakat, mereka memiliki bekal dan kepercayaan diri yang lebih baik,” katanya.

Menteri Agus menegaskan pendekatan humanis dalam pemasyarakatan tetap harus berjalan beriringan dengan profesionalitas dan pengawasan.
Dengan demikian, proses pembinaan dapat memberikan manfaat nyata bagi warga binaan, anak binaan, keluarga, maupun masyarakat.

Sementara itu, rangkaian kegiatan di Poltek Imipas diawali dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara diisi dengan tausiah, pemberian santunan kepada anak yatim piatu, serta bantuan sosial kepada pegawai pemerintah nonpegawai negeri Poltek Imipas.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan berbagai perlombaan tradisional yang melibatkan pegawai, Dharma Wanita Persatuan, dan Anak Binaan LPKA Tangerang.

Sejumlah lomba yang digelar, antara lain balap karung, memasukkan paku ke dalam botol, makan kerupuk, mencabut koin, gebuk bantal, memancing, serta panjat pinang.

Ketua Panitia Acara, Masjuno, mengatakan kegiatan tersebut dikemas sederhana dengan mengedepankan kemeriahan dan kebersamaan seluruh keluarga besar Kemenimipas.

“Target utama adalah kemeriahan yang sederhana dan kebersamaan. Berlangsung lomba kerakyatan yang mungkin familiar dari kita semua, balap karung, masukkan paku ke dalam botol, terus kemudian makan kerupuk,” ujar Masjuno.

Ia menambahkan kegiatan tersebut diikuti oleh ribuan peserta dari jajaran Kemenimipas, baik pegawai maupun tenaga pendukung.

Keterlibatan warga binaan menjadi salah satu bagian menarik dari rangkaian kegiatan karena mencerminkan semangat asimilasi dan pembinaan yang terus dikembangkan dalam sistem pemasyarakatan.

“Satu lagi yang menarik, juga melibatkan semangat asimilasi warga binaan. Ini luar biasa sekali,” katanya.

Keterlibatan anak binaan dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Kemenimipas membangun sistem pemasyarakatan yang lebih humanis, inklusif, profesional, dan tetap memperhatikan keamanan.

Semangat tersebut juga sejalan dengan implementasi 15 Program Aksi Kemenimipas, khususnya dalam memperkuat kualitas pembinaan warga binaan dan anak binaan melalui pendekatan yang profesional, berkeadilan, serta menghormati martabat manusia.

“Melalui pembinaan yang berorientasi pada pembentukan karakter, pemasyarakatan diharapkan tidak hanya menjadi tempat menjalani masa pembinaan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempersiapkan warga binaan dan anak binaan agar mampu kembali dan berkontribusi secara positif di tengah masyarakat,” kata Menteri Imipas. (Amin)