Sosok Oesman Sapta Odang Dalam Catatan Negeri Ini

Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang alias OSO.

Jakarta – Sosok Oesman Sapta Odang atau yang lebih akrab disapa OSO, kini karib dikenal sebagai seorang politisi Indonesia yang memimpin Partai Hanura.

Sebelum itu, OSO juga pernah menjabat sebagai wakil ketua MPR RI periode 1999-2004 dan terpilih kembali sebagai wakil ketua lembaga tinggi negara tersebut dari kelompok DPD-RI untuk periode 2014-2019.

Catatan yang luar biasa, tentunya, buat pria kelahiran 18 Agustus 1950 ini. Terlebih mengingat dirinya termasuk sosok baru di blantika perpolitikan.

Di luar sepak terjang politiknya, bisa jadi juga tak banyak yang tahu jika OSO  adalah seorang pengusaha profesional papan atas.

Dan ini bukan info kaleng-kaleng. Di bidang usaha, OSO punya gurita bisnis  yang menaungi banyak bidang perusahaan.

Oesman Sapta Odang bersama istri.

Suami Serviati Oesman ini sejatinya memang  punya banyak sumber kekayaan.  Makanya tak heran jika dia pun didapuk sebagai salah satu pejabat terkaya di Indonesia.

Menurut majalah Globe Asia, pada tahun 2016 kekayaan OSO diperkirakan mencapai USD350 juta. Dan ini sudah menempatkannya ke dalam daftar 150 orang terkaya di Indonesia.

Tak dipungkiri, jiwa bisnisnya yang begitu kuat sudah berhasil membuat dirinya menjadi seorang konglomerat. OSO Group miliknya juga kencang bergerak di berbagai bidang, mulai dari percetakan, pertambangan, air mineral, properti, perkebunan, perikanan, transportasi, komunikasi, keuangan, dan perhotelan.

Pada awal tahun 2012, OSO menunjuk Tanri Abeng sebagai CEO OSO Group menggantikan dirinya.

Ia ketika itu juga mengumumkan George Toisutta sebagai komisaris utama dan anaknya Raja Sapta Oktohari sebagai direktur utama.

Selain menjabat sebagai CEO OSO Group, Oesman juga duduk sebagai Komisaris maskapai Lion Air.

OSO Lebih Dekat

Mengenal lebih dekat tentang sosok ini, OSO memiliki nama dan gelar Dr. (H.C.) H. Oesman Sapta Odang gelar adat Datuk Bandaro Sutan Nan Kayo (Gelar Adat Minangkabau) Karaeng I Mannuntungngi Daeng Marewa (Gelar Adat Bugis).

Mengulik latar belakangnya di masa lalu, OSO lahir dari pasangan Odang (ayah) asal Palopo, Sulawesi Selatan dan Asnah Hamid (ibu) asal Sulit Air, Solok, Sumatra Barat.

Meski menyelesaikan jenjang pendidikan SMA dengan mengambil ijazah Paket C, dia sukses memperoleh gelar Doktor Honoris Causa dari Senior University International di Amerika Serikat pada tahun 1999.

Gelar ini dia peroleh, sebelum menamatkan jenjang SLTA-nya pada tahun 2006.

OSO kemudian mencoba aktif di dunia politik dan merupakan pendiri Partai Persatuan Daerah.

Namun karena dalam beberapa kali pemilihan umum partai tersebut tidak lolos electoral threshold, dia akhirnya bergabung dengan Partai Hanura dan menjabat sebagai Ketua Umum sejak tahun 2016.

Selain aktif di partai politik, OSO juga terlibat dalam berbagai organisasi. Dia menjadi Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) sejak tahun 2010.

Diketahui pada 2020 lalu, OSO juga masuk daftar 53 penerima anugerah Tanda Kehormatan Republik Indonesia.

Dia menerima anugerah Tanda Kehormatan Republik Indonesia dari Presiden Joko Widodo. Bembo

Berikut jabatan penting yang diemban Oesman Sapta Odang alias OSO:

* Ketua DPD RI (2017–2019)

* Wakil Ketua MPR RI (2014–2019)

* Ketua Umum DPP Partai Hanura (2016–)

* Ketua Umum Gebu Minang (2016–2021)

* Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) (2010–2015)

* Ketua Umum Asosiasi Koperasi Kelapa Indonesia (2002–2012)

* Ketua Umum Pengurus Pusat KKI (2002–2011)

* Ketua Umum Gebu Minang (2016–2021)

* Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) (2010–2015)

* Ketua Umum Asosiasi Koperasi Kelapa Indonesia (2002–2012)

* Ketua Umum Pengurus Pusat KKI (2002–2011)

* Ketua Umum DPP Partai Persatuan Daerah (2002–2004)

* Wakil Ketua MPR RI (1999–2004)

* Ketua Kadin Daerah Provinsi Kalimantan Barat (1998–2004)

* Komisaris Lion Air.

Tinggalkan Balasan