Polisi Bongkar Peredaran Sabu dan Ekstasi di Senen, Ribuan Jiwa Diselamatkan

Barang bukti Narkoba yg berhasil di sita polisi,foto:Humas

Jakarta,Topikonline.co.id – Aparat kepolisian berhasil membongkar peredaran narkotika dalam skala besar di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Seorang pria berinisial SS (48) ditangkap dengan barang bukti sabu lebih dari satu kilogram serta ribuan butir ekstasi.

Penangkapan dilakukan pada Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 21.30 WIB di depan Terminal Senen. Aksi ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas peredaran narkoba di kawasan tersebut.

banner 600x600

Dari tangan pelaku, polisi menyita sabu seberat 1,064 kilogram yang disamarkan dalam kemasan bungkus teh asal China—modus yang kerap digunakan jaringan narkotika untuk mengelabui petugas.

Tak berhenti di lokasi penangkapan, polisi langsung mengembangkan kasus ke tempat kos pelaku di kawasan Kemayoran. Hasilnya, ditemukan 1.694 butir ekstasi, terdiri dari 914 butir berwarna oranye dan 780 butir berwarna cokelat. Selain itu, turut diamankan 367,5 gram serbuk kafein yang diduga digunakan sebagai bahan campuran, serta alat bantu berupa timbangan digital.

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Wisnu S. Kuncoro, mengungkapkan bahwa SS berperan sebagai perantara dalam jaringan peredaran narkotika.

“Pelaku menerima, menyimpan, dan mengirimkan narkotika atas perintah seorang DPO berinisial T. Untuk setiap satu kilogram sabu, pelaku mendapat bayaran Rp20 juta, sedangkan untuk 1.000 butir ekstasi Rp2 juta,” ujarnya.

Menurut Wisnu, pengungkapan kasus ini bukan sekadar soal penangkapan, tetapi juga upaya menyelamatkan masyarakat dari ancaman laten narkotika.

“Total barang bukti yang diamankan diperkirakan dapat menyelamatkan sekitar 10.776 jiwa,” tegasnya.

Saat ini, SS telah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut. Sementara itu, polisi masih terus memburu sosok berinisial T yang telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dan diduga menjadi pengendali utama jaringan tersebut.

Pengungkapan ini kembali menegaskan bahwa Jakarta masih menjadi target empuk peredaran narkotika. Di sisi lain, peran aktif masyarakat dalam memberikan informasi menjadi kunci penting dalam memutus rantai peredaran barang haram tersebut.