Ekbis  

Menko Airlangga: Kawasan Industri Penggerak Utama Investasi dan Hilirisasi Nasional

TOPIKONLINE.CO.ID – Jakarta: Pemerintah terus memperkuat pengembangan kawasan industri sebagai salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi nasional. Upaya tersebut dilakukan untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen melalui peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, penguatan hilirisasi industri, serta percepatan transformasi digital.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kawasan industri memiliki peran strategis dalam menciptakan ekosistem industri yang terintegrasi dengan pembangunan infrastruktur, konektivitas, transisi energi, dan ekonomi digital.

Hal itu ia sampaikan saat memberikan sambutan penutup pada Malam Syukuran 38 Tahun Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) yang menjadi bagian dari rangkaian Business Forum dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XXV HKI di Jakarta, Jumat (31/7/3026).

“HKI sejak tahun 1988 telah tumbuh menjadi mitra strategis pembangunan nasional. Dari Bekasi hingga Indonesia Timur telah terbentuk Koridor Utara Jawa (North Java Corridor) yang dipenuhi kawasan industri,” tutur Airlangga dalam keterangan tertulis, Sabtu (1/8/2026).

Diketahui, saat ini Indonesia memiliki 129 kawasan industri yang tersebar di 24 provinsi dengan luas mencapai sekitar 170 ribu hektare. Kawasan tersebut menjadi lokasi sekitar 10.400 perusahaan manufaktur dan mampu menyerap sekitar 4,5 juta tenaga kerja.

Menurutnya, pemerintah juga terus mengembangkan kawasan industri yang terintegrasi dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) guna menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah.

“Kawasan industri menjadi penggerak bangsa, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan,” ucapnya.

Di tengah persaingan investasi global, Airlangga menilai Indonesia memiliki peluang besar menjadi tujuan investasi karena didukung ketersediaan lahan, tenaga kerja, dan potensi energi. Ia juga mengutip hasil survei Japan External Trade Organization (JETRO) yang menunjukkan sekitar 70 persen perusahaan Jepang di Indonesia membukukan keuntungan, tertinggi dibandingkan sejumlah negara tujuan investasi lainnya.

Disisi lain, perkembangan kecerdasan artifisial (AI) dinilai akan mendorong meningkatnya kebutuhan pusat data (data center). Kondisi tersebut membuka peluang investasi baru yang dapat dimanfaatkan Indonesia dengan dukungan pasokan listrik, energi hijau, air, lahan, dan konektivitas yang memadai.

Pemerintah, sambung Airlangga, akan terus memperkuat kebijakan agar kawasan industri semakin tertata, memiliki ekosistem yang kuat, serta mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Sementara itu, Ketua Umum HKI Akhmad Ma’ruf Maulana menyatakan pelaku kawasan industri tetap berkomitmen merealisasikan investasi di berbagai wilayah Indonesia. Namun, ia berharap pemerintah terus membantu menyelesaikan berbagai hambatan di lapangan agar investasi yang telah masuk dapat segera direalisasikan.

Selaras dengan hal itu, Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menegaskan pemerintah akan terus melakukan debottlenecking kebijakan serta memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mengatasi berbagai kendala pengembangan kawasan industri.

“Pemerintah tetap optimistis berbagai tantangan tersebut dapat diselesaikan sehingga iklim investasi nasional semakin kompetitif,” pungkas Haryo.