Berita  

Lounge Imigrasi Jadi Etalase Karya Warga Binaan, Menteri Agus Dorong Perluasan Pasar

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto ketika meresmikan Galeri Warga Binaan di Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor,

Bogor,Topikonline.co.id – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto mendorong langkah strategis untuk memperluas pemasaran produk hasil karya Warga Binaan dengan menjadikan lounge di kantor-kantor Imigrasi sebagai etalase produk.

Gagasan tersebut mulai diwujudkan melalui peresmian Galeri Warga Binaan di Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor, Rabu (4/3).
Dalam peresmian tersebut, Menteri Agus menegaskan bahwa hampir seluruh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) telah memiliki Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai sarana pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan. Namun, tantangan terbesar yang masih dihadapi adalah aspek pemasaran produk.

banner 600x600

“Warga Binaan di semua Lapas dan Rutan itu ada BLK. Produknya macam-macam, hanya memang kelemahannya adalah pemasaran,” ujar Agus.

Menurutnya, hasil karya Warga Binaan sebenarnya memiliki potensi ekonomi yang besar. Produk yang dihasilkan melalui BLK sangat beragam, mulai dari kerajinan tangan, garmen dan sablon kaos, makanan dan minuman olahan, hingga produk konstruksi seperti paving block dan pagar.

Untuk menjawab persoalan tersebut, Agus meminta jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dan Direktorat Jenderal Imigrasi memperkuat kolaborasi dengan menyediakan ruang khusus pemasaran di kantor-kantor Imigrasi.

“Memang sudah ada yang bisa ekspor, sebagian masih untuk kebutuhan lokal. Saya minta kepada teman-teman di seluruh kantor Imigrasi menyiapkan lounge yang memasarkan produk Warga Binaan, termasuk di bandara,” tegasnya.

Langkah ini dinilai strategis karena kantor Imigrasi merupakan titik layanan publik yang setiap hari dikunjungi masyarakat luas, termasuk penumpang penerbangan di bandara. Dengan demikian, produk hasil pembinaan di Lapas dan Rutan dapat memperoleh eksposur pasar yang lebih luas.

Agus juga menegaskan bahwa penguatan BLK dan pemasaran produk Warga Binaan merupakan bagian dari strategi pembinaan berbasis usaha produktif. Program ini selaras dengan agenda pembangunan nasional, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan perluasan kesempatan kerja.
Ia berharap pembinaan keterampilan tersebut mampu membentuk etos kerja Warga Binaan sehingga ketika kembali ke masyarakat, mereka telah memiliki kemampuan dan kesiapan untuk bekerja secara mandiri.

“Mudah-mudahan ini terus berkembang sehingga mereka memiliki etos kerja. Saat kembali ke masyarakat, mereka tidak malas dan siap bekerja apa pun. Sekarang dengan premi saja mereka mau bekerja, apalagi nanti jika sudah bekerja di luar dengan upah sesuai UMR, tentu akan lebih rajin,” katanya.

Melalui pembangunan Galeri Warga Binaan di kantor-kantor Imigrasi, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan berupaya menciptakan ekosistem usaha produktif yang berkelanjutan, mulai dari proses pelatihan, produksi hingga pemasaran.

Langkah tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas Warga Binaan selama menjalani masa pembinaan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru yang dapat mereka manfaatkan ketika kembali ke tengah masyarakat.