Hankam  

Keren, TNI AL Berhasil Kembangkan Pembuatan Cat Anti Radar

Kadislitbangal, Laksma TNI Kasih Prihantoro bersama Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti, Jumain Appe dan Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) Kasal Laksamana Muda TNI Arusukmono, Kadismatal Laksma TNI Budi Sulistyo, serta Danlantamal III, Laksma TNI Denih Hendrata usai uji coba dinamis dan statis cat anti radar di KAL Sadarin II-3-02.

Jakarta – Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AL (Dislitbangal) berhasil melakukan penelitian dan pengembangan pembuatan cat anti radar melalui Program Insentif Inovasi Industri Kemenristekdikti TA 2018.

Dalam pengembangan ini, TNI AL bekerjasama dengan PT Sigma Utama, Pusat Sains dan Teknologi Bahan Maju Badan Tenaga Nuklir Nasional (PSTBM BATAN) serta Pusat Penelitian Elektronika dan Telekomunikasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PPET LIPI).

Hasil pengembangan tersebut kemudian diuji coba dinamis ke KAL Sadarin II-3-02 di Pantai Mutiara,  Jakarta Utara, Jumat (29/3).

Setelah pengujian dinamis dengan mengecat KAL Sadarin II-3-02, dilanjutkan pengujian statis dengan radar untuk jarak 20-25 meter di laut dengan obyek bergerak sejauh 1-2 mil. Hasilnya, keberadaan KAL Sadarin II-3-02 ternyata tak terdeteksi oleh radar.

“Keberhasilan penelitian cat anti radar terhadap KAL Sadain II-3-02 menjadi referensi strategi TNI (alutsista TNI) di masa mendatang untuk mengelabui musuh,” kata Kadislitbangal,  Laksma TNI Kasih Prihantoro.

KAL Sadarin II-3-02 menjadi obyek uji coba cat anti radar yang dikembangkan Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AL (Dislitbangal) di Pantai Mutiara, Jakarta Utara, Jumat (29/3).

Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti, Jumain Appe, yang juga hadir dalam uji coba menambahkan, pengembangan teknologi siluman atau anti radar adalah salah satu wujud peningkatan kemampuan alutsista TNI.

Teknologi yang dipakai merupakan teknologi milenial yang punya kemampuan menyerap gelombang radar pada frekuensi tertentu.

“Saat ini teknologi tersebut hanya dimiliki oleh negara-negara maju dan tidak bersifat komersial. Pasalnya, hal tersebut merupakan bahan yang sangat strategis untuk pertahanan nasional suatu negara,” jelas Jumain.

Juga turut hadir pada kegiatan uji coba ini di antaranya, Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) Kasal Laksamana Muda TNI Arusukmono, Kadismatal Laksma TNI Budi Sulistyo, dan Danlantamal III, Laksma TNI Denih Hendrata. bem

Tinggalkan Balasan