Jakarta, Topikonline.co.id – Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menegaskan pentingnya menjaga hubungan industrial yang harmonis antara pekerja dan perusahaan sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi nasional dan peningkatan kesejahteraan buruh. Pesan itu disampaikan dalam Gala Dinner General Assembly ASEAN Trade Union Council (ASEAN TUC) 2026 di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (10/2) malam.
Di hadapan para pimpinan serikat pekerja se-Asia Tenggara, Kapolri menekankan bahwa stabilitas hubungan industrial bukan semata urusan internal perusahaan, melainkan bagian dari strategi besar menjaga iklim investasi dan kesinambungan pembangunan.
“Yang terpenting, kita semua memiliki komitmen yang sama untuk menjaga iklim hubungan industrial yang harmonis antara buruh dan perusahaan. Dengan hubungan usaha yang baik, kita berharap pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat terus meningkat, dan pada akhirnya kesejahteraan buruh pun semakin terwujud,” ujar Kapolri dalam keterangan resminya.
Pernyataan itu menjadi sinyal tegas bahwa Polri ingin mengambil posisi sebagai penjaga stabilitas sosial-ekonomi, terutama di tengah dinamika ketenagakerjaan yang kerap diwarnai gesekan antara kepentingan pekerja dan pengusaha.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga mengapresiasi penghargaan yang diberikan ASEAN TUC kepada Desk Ketenagakerjaan Polri. Penghargaan itu dinilai sebagai pengakuan atas peran Polri dalam mendampingi penyelesaian berbagai persoalan hubungan industrial.
“Apresiasi ini tentu menjadi motivasi bagi Desk Ketenagakerjaan untuk terus memberikan pendampingan terhadap berbagai permasalahan hubungan industrial, sekaligus berperan sebagai problem solver atas persoalan-persoalan yang ada,” tegasnya.
Desk Ketenagakerjaan Polri selama ini diproyeksikan sebagai jembatan komunikasi dalam meredam potensi konflik, sekaligus memastikan penyelesaian sengketa berjalan sesuai koridor hukum. Peran ini menjadi krusial di tengah tuntutan buruh terhadap kepastian upah, perlindungan kerja, hingga kepastian status ketenagakerjaan.
Pada forum yang sama, Kapolri turut menyampaikan ucapan selamat kepada Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea yang kembali terpilih sebagai Presiden ASEAN TUC untuk periode terbaru. Andi Gani disebut mendapat dukungan penuh pimpinan konfederasi serikat pekerja ASEAN dan terpilih secara aklamasi.
“ASEAN TUC merupakan organisasi buruh tingkat ASEAN yang memiliki kurang lebih 20 juta anggota sehingga ini merupakan organisasi yang sangat besar dan berpengaruh. Tentu hal ini menjadi kebanggaan bagi kita semua, khususnya Indonesia, karena Bapak Andi Gani telah terpilih untuk ketiga kalinya,” kata Kapolri.
ASEAN TUC diketahui merupakan konfederasi buruh terbesar di kawasan yang mewakili lebih dari 20 juta pekerja. Organisasi ini berfokus pada advokasi, perlindungan tenaga kerja, serta peningkatan kesejahteraan buruh di tingkat regional.
Pertemuan tersebut dinilai bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum strategis memperkuat solidaritas buruh ASEAN sekaligus mempertegas komitmen menjaga stabilitas hubungan industrial. Di tengah tantangan global dan tekanan ekonomi kawasan, harmoni antara buruh dan perusahaan kembali ditegaskan sebagai kunci agar roda ekonomi tetap bergerak—tanpa mengorbankan hak dan kesejahteraan pekerja.












