Hankam  

Kapolri Kawal RKP 2026: Polri Presisi Siap Amankan Agenda Negara dari Pangan hingga Energi

Kapolri jenderal Listyo Sigit Prabowo,foto:ist

Jakarta, Topikonline.co.id — Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen penuh Polri untuk mengawal dan menyukseskan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2026. Penegasan itu disampaikan saat membuka Rapat Pimpinan (Rapim) Polri Tahun 2026 di The Krakatau Grand Ballroom, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Selasa (10/2/2026).

Mengusung tema “Polri Presisi Siap Mengamankan, Mendukung dan Menyukseskan Rencana Kerja Pemerintah 2026”, Rapim ini menjadi panggung konsolidasi strategis Korps Bhayangkara dalam menerjemahkan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto ke dalam kerja nyata di lapangan.

Pembukaan Rapim dilakukan secara simbolis oleh Kapolri didampingi Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo dan Astamaops Kapolri Komjen Pol. Mohammad Fadil Imran. Sebanyak 272 peserta hadir, terdiri dari pejabat utama Mabes Polri, para Kapolda se-Indonesia, serta perwakilan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).

Kapolri menegaskan, Rapim Polri 2026 merupakan tindak lanjut konkret dari 18 direktif strategis Presiden yang disampaikan dalam Rapim TNI–Polri sebelumnya. Sejumlah direktif tersebut, kata dia, menjadi tugas pokok Polri sekaligus terintegrasi langsung dalam RKP 2026.

“Dalam Rapim TNI–Polri terdapat 18 arahan Presiden, dan beberapa di antaranya menjadi tugas pokok Polri sekaligus bagian dari rencana kerja pemerintah,” ujar Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Tak sekadar seremoni, Polri—tegas Kapolri—akan turun langsung mengawal implementasi RKP 2026 agar tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat.

“Hari ini kami menindaklanjuti direktif Bapak Presiden, khususnya terkait rencana kerja pemerintah yang akan terus kami dorong agar dapat berjalan dengan sukses,” tegasnya.

Fokus pengamanan Polri mencakup program strategis nasional, mulai dari percepatan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah 3T untuk menopang Program Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan ketahanan pangan melalui program jagung, hingga hilirisasi sampah menjadi energi.

Di sektor ekonomi, Polri menyatakan kesiapan menjaga stabilitas nasional dengan mencegah kebocoran anggaran, mengawal pasar modal dari praktik spekulatif, serta memastikan ketersediaan dan stabilitas harga pangan menjelang Ramadan melalui penguatan Satgas Pangan.

Rapim Polri 2026 juga menghadirkan jajaran menteri Kabinet Merah Putih sebagai narasumber dan dibagi dalam dua sesi utama. Sesi pertama membahas penguatan ekosistem pangan dan diisi oleh Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, serta Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana dengan fokus transformasi pangan menuju swasembada.

Sesi kedua mengangkat isu energi dan industri, menghadirkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, yang menyoroti akselerasi hilirisasi industri dan transisi energi bersih.

Selain pemaparan lintas kementerian, Kapolri dan Wakapolri juga memberikan arahan internal. Sejumlah pejabat utama Polri turut mengisi materi, di antaranya Irwasum Polri Komjen Pol. Wahyu Widada, Astamaops Kapolri Komjen Pol. Mohammad Fadil Imran, Astamarena Kapolri Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat, serta Kadiv Propam Polri Irjen Pol. Abdul Karim.

Rangkaian hari pertama Rapim Polri 2026 dijadwalkan ditutup dengan penyerahan cinderamata oleh Kapolri kepada para panelis dan moderator diskusi—menandai konsolidasi awal Polri untuk mengamankan agenda besar negara sepanjang 2026.