TOPIKONLINE.CO.ID – SERANG: Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menegaskan, pihaknya bersama instansi terkait sedang memantau aktivitas kelompok intoleran di wilayah Banten menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Pemantauan dilakukan untuk mencegah tindakan yang dapat membahayakan masyarakat selama momen perayaan.
“Jajaran intelijen sedang melakukan monitoring semua informasi, termasuk aktivitas intoleran,” ujar Brigjen Hengki di Mapolda Banten, Senin (22/12/2025).
Kapolda mengingatkan bahwa ancaman teror pernah terjadi beberapa tahun lalu dan menjadi alarm bagi petugas. Kapolda menginstruksikan anggotanya untuk bertindak tegas tanpa pandang bulu terhadap pihak yang mengganggu keamanan masyarakat.
“Kita tidak pandang bulu, yang akan mengganggu kita akan lakukan tindakan tegas,” tegas Brigjen Hengki.
Kapolda menekankan pentingnya pengamanan ibadah Natal secara maksimal, termasuk sterilisasi tempat ibadah, dan melibatkan masyarakat serta organisasi keagamaan sebagai wujud toleransi beragama.
Selain itu, deteksi dini dan pencegahan terhadap ancaman terorisme serta kejahatan konvensional harus terus ditingkatkan.
“Pastikan tidak ada gangguan sekecil apa pun dalam pelaksanaan ibadah Natal maupun malam pergantian Tahun Baru. Berikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat,” ungkapnya.
Sebanyak 2.835 personel gabungan TNI, Polri, dan instansi terkait ditugaskan mengamankan momen Nataru. Personel tersebut disebar di lokasi-lokasi strategis yang menjadi fokus pengamanan.
“Dari Polri sebanyak 1.200 personel, sedangkan 1.635 personel lainnya berasal dari instansi terkait, seperti TNI, pemerintah daerah, Basarnas, BMKG, Dinas Kesehatan, Jasa Raharja, KSOP, dan Pelabuhan Merak,” pungkas Brigjen Hengki. (Amin)












