Jakarta – Sosok satu ini pernah masuk dalam bursa calon Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) untuk menggantikan Kapolri Idham Aziz yang pensiun Januari 2021 kemarin.
Siapa dia? Dia adalah Irjen Pol Ahmad Luthfi, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Tengah sekaligus satu-satunya perwira tinggi Polri di jajaran Kapolda Jawa Tengah yang bukan jebolan Akademi Kepolisian (Akpol). Tak hanya itu saja Luthfi juga disebut sebagai ‘Geng Solo’.
Pria kelahiran Surabaya, 22 November 1966 ini merupakan Lulusan Sepamilsuk Polri tahun 1989. Jenderal berusia 54 tahun ini juga berpengalaman dalam bidang intel.
Selayaknya polisi pada umumnya, Irjen Pol Ahmad Luthfi mengawali kariernya dari bawah. Dia pernah menjabat sebagai Kapolres Batang.
Pada 2010, dia menjabat sebagai Wakil Direktorat Intelijen Keamanan (Wadir Intelkam) Polda Jateng. Setahun kemudian, dirinya dimutasi dan menjabat sebagai Wakapolresta Surakarta.
Kariernya terus melesat naik hingga dia diangkat sebagai Kapolresta Surakarta pada 2015. Saat itu dia menjadi suksesor Irjen Pol Nana Sudjana yang pernah menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya dan kini menjabat Kapolda Sulawesi Utara. Inilah awal mula dirinya disebut sebagai ‘Geng Solo’.
‘Geng Solo’ adalah sebutan untuk jenderal yang pernah menjabat sebagai Kapolresta Solo kala Presiden Joko Widodo menjabat sebagai Wali Kota Solo selama dua periode.
Pada 2017, dia menjabat sebagai Analisis Kebijakan Madya bidang Sosial Budaya Badan Intelijen dan Keamanan Polri.
Dianggap cukup berhasil menjaga keamanan Kota Solo, Ahmad Lutfi diberi penghargaan untuk ikut pendidikan calon pimpinan di Lemhanas.
Benar saja, setelah Lemhanas, tepatnya pada 21 Maret 2018, Ahmad Lutfi dilantik menjadi Wakapolda Jateng oleh Kapolda Irjen Pol Condro Kirono di Gedung Borobudur, kompleks Mapolda Jateng, Jalan Pahlawan Semarang.
Ahmad Lutfi menggantikan Brigjen Pol Indrajit yang telah mendapatkan amanat dan tugas sebagai Kapolda Kalimantan Utara. Dia pun naik pangkat bintang satu alias brigadir jenderal (Brigjen).
Pada 1 Mei 2020 kariernya merangkak naik, sehingga dia diangkat sebagai Kapolda Jawa Tengah menggantikan Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel yang juga mendapat promosi menjadi Kabaintelkam Polri. Secara otomatis, pangkatnya pun akan bertambah menjadi Inspektur Jenderal (Irjen).
Namun, karir mentereng Luthfi sempat tersentil karena dianggap terlalu prematur. Indonesia Police Watch (IPW) bahkan menilai di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) terlalu menonjolkan ‘Geng Solo’ untuk menduduki jabatan strategis Polri.
Selain Luthfi, ada dua Jenderal ‘Geng Solo’ lainnya yang sekarang menduduki jabatan strategis Polri. Yaitu Irjen Pol Nana Sudjana saat ini Kapolda Sulawesi Utara, dan Jenderal Listyo Sigit Prabowo selaku Kapolri. Ketiganya merupakan alumnus Kapolresta Solo.
Sejak awal menjabat sebagai Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi langsung dihadapkan dengan pandemi Covid-19. Sejumlah upaya pencegahan penularan pun dilakukan.

Sebagai Kapolda, dia memerintahkan seluruh Kepolisian Resor (Polres) untuk membuat peta potensi konflik di wilayah masing-masing.
Dia juga membuat Crisis Center yang dikelola oleh Karo Ops di Polda. Irjen Pol Ahmad Luthfi bahkan juga menggagas pembentukan Pesantren Siaga Covid-19.
Belum sebulan bertugas menjadi Kapolda Jateng, tepatnya pada 20 Mei 2020 Ahmad Luthfi juga melakukan perombakan di tubuh Polda Jateng. Sejumlah pejabat utama pun dirotasi oleh Ahmad Luthfi.
“Kepada pejabat lama saya mengucapkan terima kasih karena sudah membantu tugas Polri yang khususnya di wilayah Jawa Tengah. Kepada pejabat baru, saya minta untuk diteruskan kebijakan-kebijakan yang dapat mengoptimalkan kinerja Polri khusnya di daerah Jawa Tengah,” kata Luthfi dalam acara pelantikan yang digelar di Gedung Borobudur, Semarang, Rabu 20 Mei 2020.
Luthfi juga dikenal sebagai sosok yang sangat profesional dan begitu dekat dengan tokoh Agama maupun tokoh masyarakat serta sangat nasionalis religius. bem












