Habib Syakur Sebut Haji Isam Sosok Nasionalis Religius Muda

Inisiator Nurani Kebangsaan, Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid

Jakarta – Inisiator Nurani Kebangsaan, Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid menyebut Haji Isam (Samsudin Andi Arsyad) sebagai sosok pengusaha nasionalis religius berusia muda dari Kalimantan Selatan.
“Haji Isam adalah sosok pengusaha muda yang pemikirannya jernih dan cerdas serta memperhatikan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Syakur, Minggu (5/6/2022).

Dirinya juga mengatakan sejumlah komentar yang menyudutkan Haji Isam belakangan ini dirasa tidak adil terhadap andilnya bagi kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan melalui perusahaan-perusahaan yang didirikannya.
“Tentu sangat tidak adil manakala Haji Isam disudutkan pada kontroversi tanpa bukti. Saya memang tak kenal dekat langsung dengannya, namun melalui biografinya saya mengenalnya sebagai pribadi yang rendah hati dan merasa kuat untuk memperhatikan kesejahteraan masyarakat. Bahkan ia banyak terlibat dalam gerakan-gerakan sosial nasional yang berorientasi mengentaskan kemiskinan masyarakat,” jelas Syakur.

Oleh karenanya, lanjut Syakur, sebaiknya fitnah-fitnah terhadap Haji Isam dikaji ulang. Mengingat dedikasinya yang berdampak baik terhadap kesejahteraan masyarakat dan mempersatukan masyarakat, bahkan bisa menyelamatkan masyarakat Kalimantan Selatan dari terpapar paham radikal maupun intoleransi, semacam propaganda khilafah.

Lagipula fitnah-fitnah yang bergulir melalui pengaduan kepada KPK maupun polisi juga tidak berlandaskan bukti,” ucap Syakur.

Haji Isam (Samsudin Andi Arsyad). Foto: ist

Sebelumnya, diberitakan pada 18 Januari 2022 sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) Sawit Watch melaporkan Haji Isam kepada KPK atas dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan PT Multi Sarana Agro Mandiri (MSAM) miliknya. Namun hingga 2 Juni 2022 tidak ada tanggapan dari KPK.

Direkrur Sawit Watch Achmad Surambo mengatakan laporan itu dilakukan dengan dasar adanya oknum direksi PT Inhutani II mengadakan kerja sama perkebunan sawit di sebagian area IUPHHK-HA bersama PT MSAM pada 19 Juni 2017. Sawit Watch menduga kerja sama tersebut tidak sesuai dengan SK 193/2006, sebab tanpa adanya persetujuan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Menteri LHK).

Kerja sama perkebunan sawit ini selain tanpa persetujuan Menteri, disinyalir bermaksud mengalihkan kekayaan negara berupa hutan kepada oknum korporasi secara tidak sah,” ucap Sambo ketika ditemui di PTUN Jakarta Utara, Kamis (2/6/2022) silam.

Dikatakannya, penerbitan HGU kepada perusahaan milik Haji Isam (PT MSAM) menyebabkan hilangnya hutan negara seluas 8.610 ha

Di Kotabaru, Haji Isam sering terkait konflik sengketa lahan dengan warga. Sampai saat ini mayoritas warga sangat takut karena ancaman intimidasi, kriminalisasi, dan perampasan lahan,” ungkap Sambo.

Kontroversi lain yang ditudingkan kepada Haji Isam adalah adanya dugaan perusahaannya menyuap pejabat pajak berkaitan dengan nilai pajak.

Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta Senin 4 Oktober 2021, sidang itu mengadili terdakwa Angin Prayitno Aji, mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan di Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak dan Dadan Ramdani selaku Kepala Subdirektorat Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan di Ditjen Pajak terungkap dugaan penyuapan itu.

Adalah saksi Yulmanizar yang juga mantan anggota tim pemeriksa pajak di Ditjen Pajak yang menyebut keterlibatan Haji Isam dalam Berita Acara Perkara no 41 itu.
Yulmanizar mengaku sempat bertemu orang bernama Agus Susetyo yang merupakan konsultan pajak PT Jhonlin milik Haji Isam.

Dalam pertemuan itu, Yulmanizar menyebut Jhonlin minta agar nilai perhitungan pajak PT Jhonlin Baratama dikondisikan Rp 10 miliar saja. Dikatakan, permintaan pengkodisian nilai pajak Jhonlin adalah permintaan langsung dari pemilik PT Jhonlin Baratama yakni Samsuddin Andi Arsyad atau Haji Isam.

Jhonlin Baratama dimiliki Jhonlin Group dengan kepemilikan 408.000 saham atau senilai Rp 40,8 miliar. Perusahaan ini memiliki modal dasar sebanyak Rp 320 miliar dengan modal ditempatkan senilai Rp80 miliar.

Sebuah pabrik gula di Bombana, Sulawesi Tenggara, yang merupakan anak perusahaan PT Jhonlin Batu Mandiri (Jhonlin Group) juga milik Haji Isam. Pabrik gula tersebut juga sempat menuai kontroversi saat pemerintah memberikan konsesi perkebunan tebu kepada Haji Isam.

Pemberian konsesi ini ditengarai menabrak tata ruang dan program kementerian. Banyak kalangan menuding mulusnya konsesi perusahaan Haji Isam karena bantuan Menteri Pertanian periode 2014-2019, Amran Sulaiman. Berasal sama-sama dari Bone, Amran Sulaiman diketahui merupakan sepupu dari Haji Isam. [Adang]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.