Daerah  

Dandim Pacitan Hadiri Peringatan Hari Ibu ke – 90, Hari Bela Negara ke – 70 dan Nusantara

Pacitan – Penetapan hari Bela Negara merupakan peristiwa sejarah yang menegaskan bahwa bela negara itu sendiri sejak duhulu telah memiliki konteks yang sangat luas. Bukan hanya Aparatur Sipil Negara dan Militer saja namun semua komponen masyarakat berkewajiban bela negara.

Bela negara bukan hanya menjadi tugas pemerintah saja. Karena menjadi wadah peran dan kontribusi segenap komponen masyarakat. Bukan dilakukan hanya dengan kekuatan fisik atau mengangkat senjata saja, Namun harus dilakukan melalui berbagai upaya dan profesi. Segenap aparat sipil dan Militer sudah melaksanakan bela negara dengan menjaga pulau-pulau terluar demi tegaknya NKRI.

“Mulai Dunia usaha, dunia pendidikan, media, hingga tokoh pemuda, tokoh agama, semua bisa dan wajib ikut serta sesuai dengan bidang profesi masing-masing,” ujar Bupati Pacitan Indartato ketika membacakan sambutan Menkopolhukam pada upacara Hari Bela Negara ke-70, Hari Ibu ke-90, dan Hari Nusantara 2018 di halaman pendopo Kabupaten, Kamis (20/12/2018).

Hadir dalam Upacara Hari bela Negara tersebut, Dandim 0801/Pacitan Letkol Kav Aristoteles Hengkeng Nusa Lawitang beserta Ibu Wenda A.H Lawitang, Kapolres Pacitan AKBP Sugandi, S.I.K., M.Hum, Wakil Bupati Pacitan Drs. Yudhi Sumbogo, Forkopimda beserta istri, Drs. Suko Wiyono, Wakapolres Pacitan Kompol Hendry, Kasat dan Kabag Polres Pacitan beserta istri, PA Staf Kodim 0801 Pacitan, Anggota DPRD Kab. Pacitan, Kepala OPD Serta pejabat di lingkup pemkab Pacitan.

Bertindak sebagai Perwira Upacara Drs. Suhariyanto Kepala Bakesbangpol Pacitan, sedangkan Komandan Upacara dipercayakan kepada Kapten Inf Arif Wahyu Jatmiko Danramil 0801/01 Pacitan.

Lebih lanjut Bupati menambahkan, Kesadaran bela negara, nilai-nilai luhur bangsa, kearifan lokal, dan keaslian lingkungan hidup kita jelas tidak mungkin diserahkan kepada kecerdasan buatan yang sangat tergantung ketersediaan alat, koneksi jaringan, Semuanya harus ditanamkan dalam jiwa dan raga segenap bangsa Indonesia sejak dini. Antara lain melalui kewajiban mengikuti pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan, serta aksi nasional bela negara di berbagai bidang.

“Diperlukan cara-cara yang inovatif serta adaptif dengan perkembangan zaman agar anak-anak muda kita mendapatkan ruang untuk mengekspresikan kecintaannya pada tanah air. Merekalah yang akan menahkodai kapal besar Republik Indonesia di masa depan,” terangnya.

Terkait Hari Nusantara, pemerintah berharap hal itu menjadi momentum dalam mempertebal semangat kebangsaan, persatuan dan kebersamaan di tengah kebhinekaan untuk tetap melaksanakan pembangunan nusantara, meningkatkan kerjasama dalam pengelolaan wilayah laut dan wilayah perbatasan, mempertahankan kedaulatan negara dalam wadah NKRI serta mendorong masyarakat Indonesia untuk memahami arti penting wawasan nusantara.

“Jaga selalu persatuan bangsa sesuai tugas dan profesi masing-masing,” tandasnya. fer

Tinggalkan Balasan